Akses.co.id — YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pengusaha biji kopi asal Bangka Belitung berinisial RR (65) ditemukan meninggal dunia di kamar kos eksklusif di kawasan Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Kamis (23/4/2026) malam. Jasad korban ditemukan dalam kondisi kamar terkunci dari dalam sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, korban diduga telah meninggal dunia dua hari sebelum ditemukan. Berdasarkan rekaman aktivitas dan keterangan saksi, RR terakhir kali terlihat memasuki kamarnya pada Selasa (21/4/2026) siang. “Sampai dengan Kamis malam korban tidak beraktivitas keluar kamar, kemudian saksi mengecek kamar akan tetapi pintu dikunci dari dalam,” ujar Anton pada Jumat (24/4/2026).
Penemuan Jasad dan Kondisi yang Mengkhawatirkan
Penemuan jenazah RR berawal dari kecurigaan saksi berinisial K (37) yang merasa korban tak kunjung keluar dari kamarnya. Saksi kemudian memanggil tukang kunci untuk membuka paksa pintu kamar. Proses pembukaan paksa ini turut disaksikan oleh Bhabinkamtibmas dan ketua RT setempat.
Saat pintu berhasil dibuka, RR ditemukan tergeletak telentang di lantai dalam kondisi tanpa busana. Jenazah korban dilaporkan telah mengeluarkan bau menyengat dan terlihat adanya bercak darah dari hidung dan mulut.
Tim Inafis Polresta Yogyakarta segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang pribadi korban, termasuk dua unit ponsel, dompet, serta sebuah kotak yang berisi berbagai macam obat dan botol suplemen.
Penyebab Kematian Dipastikan Akibat Sakit
Berdasarkan keterangan saksi, RR telah menempati kos tersebut seorang diri sejak 17 Juli 2025 untuk menjalankan bisnis biji kopinya. Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas PMI dan PSC, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban murni meninggal karena sakit. Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY pada pukul 22.30 WIB,” tambah Anton.
Saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Bangka Belitung. Namun, upaya tersebut terkendala karena kedua ponsel milik korban dalam keadaan terkunci.
Ikuti Akses.co.id
