— Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti dua aspek krusial pasca timnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Arema FC pada pekan ke-29 Liga Super 2025-2026. Ia secara khusus mengeluhkan buruknya penyelesaian akhir para pemainnya serta kondisi lapangan yang dinilainya sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

“Saya rasa tidak ada yang buruk kecuali penyelesaian akhir,” ujar Bojan Hodak, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan, timnya telah menunjukkan performa yang baik dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, Bojan menilai banyak peluang emas yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.

“Semuanya baik-baik saja karena kami bermain bagus. Kami menciptakan peluang. Bukan berarti kami tidak menciptakan peluang, mereka (Arema FC) tidak menciptakan peluang. Jadi itu berarti kami mendominasi sepenuhnya,” jelasnya merujuk pada statistik yang menunjukkan Persib Bandung melepaskan 28 tembakan ke arah gawang. “Jika dilihat secara statistik, kami memiliki 28 tembakan ke gawang. Apa yang mungkin kalian katakan setelah pertandingan adalah pertandingan yang sangat timpang. Tetapi kalian berpikir bahwa kami tidak mencetak gol, peluang yang kami miliki tidak kami manfaatkan,” imbuhnya.

Lapangan Buruk Hambat Gol

Selain masalah finishing, Bojan Hodak juga melontarkan keluhan mengenai kondisi lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang dinilainya sangat buruk. Ia menilai lapangan tersebut menjadi salah satu faktor penghambat timnya untuk mencetak gol.

“Dan banyak hal juga cukup sulit bagi kami, lapangan benar-benar buruk,” keluh Bojan Hodak. “Terkadang terlihat lucu bahwa pemain tidak dapat mengontrol bola, ini karena kondisi lapangan,” terangnya.

Dominasi Persib Tak Berbuah Gol

Dalam pertandingan yang digelar pada Jumat (24/4/2026) tersebut, Persib Bandung memang tampil dominan sejak awal. Tim berjuluk Maung Bandung itu menguasai bola hingga 65 persen, berbanding 35 persen milik Arema FC. Dari sisi peluang, Persib juga unggul jauh dengan menciptakan sejumlah tembakan tepat sasaran. Namun, seluruh upaya mereka selalu berhasil dimentahkan oleh lini pertahanan Arema FC, membuat skor akhir bertahan 0-0.

Kiper Arema Jadi Bintang

Penampilan gemilang kiper Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi faktor kunci yang menggagalkan kemenangan Persib. Frigeri tercatat melakukan banyak penyelamatan krusial sepanjang laga. Bojan Hodak pun tak segan memuji penampilan apik sang penjaga gawang.

“Pemain terbaik pertandingan adalah kiper mereka. Dia menyelamatkan semuanya hari ini,” puji Bojan Hodak.

Kendati demikian, Bojan berharap timnya dapat belajar dari pertandingan ini dan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di laga selanjutnya. “Saya berharap ketika kami memiliki beberapa peluang, kami dapat mencetak gol. Tetapi terkadang situasi seperti kondisi lapangan membuat sulit untuk menyelesaikan peluang,” tutupnya.