Astronot misi Artemis II berhasil merekam fenomena langka “Earthset” menggunakan iPhone 17 Pro Max, sebuah momen dramatis ketika Bumi tampak “tenggelam” di balik cakrawala Bulan. Rekaman ini diambil dari jarak lebih dari 400.000 kilometer saat kru berada di sisi jauh satelit alami Bumi tersebut.
Fenomena Earthset, yang diibaratkan seperti matahari terbenam namun dengan latar belakang luar angkasa, terjadi pada awal April 2026. Momen langka ini berhasil diabadikan selama misi penerbangan mengelilingi Bulan, yang merupakan bagian dari program eksplorasi antariksa terbaru NASA.
Komandan misi Artemis II, Reid Wiseman, mengungkapkan betapa istimewanya pengalaman tersebut. “Ini adalah momen langka yang kemungkinan hanya bisa dirasakan sekali seumur hidup,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemandangan itu sangat mirip dengan menyaksikan matahari terbenam, namun dari “tempat paling asing di alam semesta”.
Rekaman Menggunakan iPhone Terbaru
Video Earthset yang mengagumkan ini direkam menggunakan iPhone 17 Pro Max, ponsel flagship terbaru Apple yang dibawa oleh para kru ke dalam pesawat Orion. Setiap astronot dalam misi ini diketahui membawa perangkat tersebut untuk mendokumentasikan perjalanan mereka di luar angkasa.
Menariknya, rekaman Earthset ini diambil dengan fitur zoom hingga 8x. Pengaturan ini memungkinkan penampakan Bumi yang perlahan mengecil sebelum akhirnya tertutup sepenuhnya oleh permukaan Bulan yang penuh kawah. Wiseman menjelaskan bahwa rekaman tersebut tidak dipotong maupun diedit, dan zoom 8x memberikan pandangan yang cukup mendekati apa yang dilihat oleh mata manusia.
“Dari jendela docking, saya hampir tidak bisa melihat Bulan dengan jelas, tetapi iPhone punya ukuran yang pas untuk menangkap pemandangan ini,” ungkap Wiseman melalui unggahan di akun X (sebelumnya Twitter). Ia menegaskan kembali bahwa kualitas rekaman yang dihasilkan sangat natural, merefleksikan apa yang disaksikan secara langsung.
Fenomena Langka dan Dampaknya
Fenomena Earthset tergolong sangat langka karena hanya dapat disaksikan dari perspektif tertentu di luar angkasa. Momen serupa terakhir kali tercatat pada era misi Apollo, lebih dari lima dekade yang lalu. Dokumentasi terbaru ini tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam eksplorasi antariksa modern, tetapi juga menunjukkan kapabilitas perangkat sehari-hari seperti smartphone dalam merekam peristiwa luar biasa di luar Bumi.
Selain nilai visualnya yang memukau, momen melihat Bumi dari kejauhan juga memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para astronot. Beberapa di antara mereka mengaku pengalaman ini secara fundamental mengubah cara pandang mereka terhadap posisi manusia di alam semesta.
Langkah Menuju Misi Berikutnya
Misi Artemis II berlangsung dari tanggal 1 hingga 11 April 2026. Misi ini menandai penerbangan berawak pertama yang mengelilingi Bulan sejak era Apollo pada tahun 1970-an. Program Artemis sendiri memiliki tujuan ambisius untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan membangun kehadiran jangka panjang di sana.
Keberhasilan misi Artemis II ini menjadi landasan krusial untuk misi selanjutnya, Artemis III. Misi tersebut direncanakan akan membawa para astronot kembali mendarat di permukaan Bulan dalam beberapa tahun mendatang, melanjutkan jejak eksplorasi manusia di luar angkasa.






