Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo melaporkan sedikitnya 405 kasus Tuberkulosis (TBC) terdeteksi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Angka ini masih dalam proses pengobatan, demikian disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Solo, Retno Erawati Wulandari.
“Sampai dengan bulan Maret ada 405 kasus. Total (kasus) se-Solo ya,” ujar Retno saat pembukaan acara tracing TB terintegrasi cek kesehatan gratis (CKG) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).
Retno menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang penyebarannya sangat bergantung pada udara. Penularan dapat terjadi melalui percikan (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara dalam jarak dekat.
“Penularan TBC itu melalui droplet (percikan). Misalnya saya baru ngomong sama kalian terus aku bersih, nah droplet itu kalau saya kena TBC bisa menular ke yang sekitar saya dalam jarak 1 meter,” jelas Retno.
Fokus Tracing Kontak Erat di Mojosongo dan Jebres
Menyikapi temuan kasus tersebut, Dinkes Kota Solo segera menggelar kegiatan tracing kontak erat TBC di dua kelurahan, yakni Jebres dan Mojosongo. Sebanyak 100 warga yang teridentifikasi memiliki kontak erat dengan pasien TBC menjadi sasaran utama dalam program ini.
“Jadi sasaran kami kontak erat dari pasien TBC yang sudah kami temukan di wilayah Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Jebres sebanyak 100 kontak erat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Retno menambahkan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan TBC telah diperluas hingga ke tingkat kelurahan. Dinkes telah membentuk program “Kelurahan Peduli TBC” di seluruh 54 kelurahan di Solo.
“Kita membentuk kelurahan peduli TBC. Jadi di semua kelurahan di 54 kelurahan di Solo. Tentunya sangat membantu kami di dalam upaya penanganan, penanggulangan dan pencegahan TBC,” tutur Retno.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk aktif mengedukasi lingkungan sekitar mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan TBC.
Dukungan Pemerintah dan Kemenkes
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa tracing TB terintegrasi dengan CKG merupakan salah satu program prioritas nasional yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka kasus TBC di Indonesia. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Poltekes, dan Dinkes Solo.
“Bagi keluarga kontak erat dengan penderita TB dan karena TB butuh penyembuhan waktu lama maka saya butuh komitmen dan pendamping untuk para warga yang terkena TB,” kata Respati.
Pemerintah Kota Solo juga berkomitmen untuk memberikan intervensi lebih lanjut bagi warga yang terdampak TBC, termasuk pembenahan rumah tidak layak huni.
“Maka dari itu kita intervensi sekaligus untuk rumah-rumah yang tidak layak huni akan kita intervensi pembenahannya bagi yang warga terkena TB,” imbuhnya.






