— WASHINGTON DC – Pria yang diduga melakukan penembakan di acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026), Cole Tomas Allen (31), ternyata dikenal sebagai guru yang berprestasi. Beberapa bulan sebelum insiden, ia bahkan sempat meraih predikat “teacher of the month” di tempatnya mengajar.

Allen bekerja sebagai pengajar paruh waktu di C2 Education, sebuah lembaga bimbingan belajar dan persiapan ujian. Profilnya di LinkedIn menggambarkan dirinya sebagai sosok yang multifaset: “insinyur mesin dan ilmuwan komputer berdasarkan gelar, pengembang gim independen berdasarkan pengalaman, dan guru secara alami.” Ia telah aktif mengajar sejak tahun 2020.

Kronologi Penembakan

Menurut laporan The Wall Street Journal, Allen diduga menerobos pos pemeriksaan keamanan sebelum melepaskan tembakan. Ia dilaporkan membawa senapan, pistol, dan sejumlah pisau. Seorang petugas keamanan terluka dalam insiden tersebut, namun selamat berkat rompi antipeluru dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang turut hadir dan sempat dievakuasi, menyebut pelaku sebagai “serigala tunggal” dan “orang gila.” “Dia sudah ditahan dan mereka sedang mengajukan banyak pertanyaan kepadanya,” ujar Trump, yang ketika ditanya apakah dirinya menjadi target, menjawab singkat, “Saya kira begitu.”

Namun, sumber yang dikutip CBS News menyebutkan bahwa tersangka mengaku kepada petugas menargetkan “pejabat pemerintahan,” bukan presiden secara spesifik.

Latar Belakang Pendidikan dan Lingkaran Sosial

Allen merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar teknik mesin pada tahun 2017. Ia melanjutkan studi magister di bidang ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills, pada tahun 2025.

Seorang kenalan lama, George Daghlian, menyatakan keterkejutannya. “Saya sangat terkejut,” ujarnya.

Rekan-rekan lain menggambarkan Allen sebagai sosok yang cerdas dan pendiam. Dylan Wakayama dari Asian American Civic Trust mengatakan, “Mereka menganggapnya sangat cerdas, mahir dalam biologi, matematika, dan sains.” Ia menambahkan, “Mereka menganggap dia orang yang baik dan pendiam. Mereka benar-benar terkejut ketika saya memberi tahu mereka tentang kejadian ini.”

Seorang mantan rekan setim voli bahkan menyebutnya “hampir jenius” dan “sangat stabil.” Menurutnya, Allen tidak perlu belajar keras seperti orang lain. “Dia tidak perlu belajar. Semua seolah datang begitu saja. Dia sangat, sangat pintar.”

Catatan Politik dan Hukum

Meskipun tidak memiliki afiliasi partai resmi, catatan menunjukkan Allen pernah menyumbang sebesar 25 dollar AS (sekitar Rp 431.325) pada tahun 2024 melalui ActBlue dengan catatan “dialokasikan untuk Harris sebagai presiden.”

Pihak berwenang menyatakan bahwa Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak pernah masuk dalam radar penegak hukum. Saat ini, ia menghadapi dua dakwaan: penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Sidangnya dijadwalkan pada Senin, setelah sebelumnya menjalani evaluasi di rumah sakit.

Motif yang Belum Jelas

Hingga kini, motif di balik penembakan tersebut masih menjadi misteri. Wali Kota Washington, Muriel Bowser, menegaskan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam insiden ini. Aparat masih terus menyelidiki, termasuk melakukan penggeledahan di rumah tersangka di kawasan Torrance, California.