Jeneponto, Sulawesi Selatan – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Rumbia di Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, terpaksa dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada Kamis (23/4/2026). Gejala gatal-gatal hingga pembengkakan tubuh dialami para siswa ini diduga akibat keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WITA tersebut sempat terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Rekaman itu menunjukkan beberapa siswa tampak lemas dengan keluhan gatal-gatal yang parah, bahkan hingga menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
“Anak-anak lemas. Kalau gatal-gatalnya itu sampai ada yang bengkak,” kata Hendra Naswardana, salah seorang warga, pada Kamis (23/4/2026).
Dugaan Lauk Ikan dan Investigasi Laboratorium
Narasi yang beredar dalam video tersebut mengindikasikan bahwa lauk ikan yang disajikan dalam menu MBG hari itu menjadi sumber utama gejala yang dialami siswa. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kartika Jaya membenarkan bahwa menu protein yang diberikan memang berupa ikan.
Kepala SPPG Kartika Jaya, Nurmalia Putri, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan petugas gabungan untuk mengumpulkan sampel makanan guna keperluan pemeriksaan lebih lanjut. “Menu lauk pauknya hari ini memang ikan. Saat ini masih dalam pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Nurmalia.
Dinas Pendidikan Keluhkan Minimnya Koordinasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah, menyayangkan minimnya jalur koordinasi antara pengelola dapur MBG dengan instansinya. Ia mengungkapkan bahwa selama ini Dinas Pendidikan tidak dilibatkan dalam pengawasan teknis pelaksanaan program tersebut.
“Selama ini tidak ada koordinasi antara dapur MBG dengan Dinas Pendidikan. Padahal jika terjadi sesuatu seperti ini, kami yang ikut bertanggung jawab karena menyangkut anak didik di sekolah,” ungkap Alamsyah.
Alamsyah menambahkan, sebuah tim investigasi telah diturunkan ke lokasi kejadian di Dusun Kambutta Toa untuk mengawal penanganan kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, sebagian siswa telah diizinkan pulang untuk menjalani perawatan jalan, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perawatan intensif di Puskesmas Rumbia sebagai langkah antisipasi.






