Akses.co.id — Depok Bakal Pasok 750 Ton Sampah per Hari ke Bogor untuk Diolah Jadi Energi Listrik
Kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) diproyeksikan akan mulai beroperasi pada tahun 2028. Inisiatif ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk menangani volume sampah yang terus meningkat di kedua daerah.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa skema kerja sama ini akan menempatkan Kota Bogor sebagai lokasi fasilitas pengolahan, sementara Kota Depok akan berperan sebagai salah satu pemasok utama bahan baku sampah. “Kota Bogor menyiapkan fasilitasnya, sementara Depok mengirimkan sampahnya,” ujar Supian pada Kamis (23/4/2026), dikutip dari Tribunnews.
Dalam rencana tersebut, Depok ditargetkan mengirimkan sekitar 750 ton sampah setiap harinya ke fasilitas pengolahan yang berlokasi di kawasan Kayumanis, Kota Bogor. Volume ini krusial untuk memastikan operasional PSEL berjalan optimal, yang mensyaratkan pasokan minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Supian mengakui bahwa kapasitas sampah yang dihasilkan oleh Kota Bogor sendiri belum mencukupi kebutuhan minimal tersebut, sehingga kolaborasi lintas daerah menjadi sangat penting. “Insyaallah awal 2028 pengiriman sampah dari Depok ke Bogor bisa berjalan dengan kapasitas sekitar 750 ton per hari,” katanya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan Depok dalam proyek ini akan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayahnya.
Meskipun demikian, Supian menekankan bahwa pengelolaan sampah dari hulu tetap menjadi kunci utama. Ia menggarisbawahi perlunya penguatan edukasi mengenai pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, terutama melalui peran kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di masyarakat. “Pemisahan sampah organik dan anorganik harus terus dibiasakan agar pengelolaan di hilir lebih optimal,” tuturnya.
Bogor Percepat Pembangunan Dua Fasilitas PSEL
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor sedang berupaya mempercepat pembangunan dua fasilitas PSEL sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memaparkan bahwa proyek pertama akan berlokasi di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dan proses penandatanganan perjanjian kerja samanya telah memasuki tahap akhir.
Sementara itu, proyek kedua direncanakan akan dibangun di Kayumanis, Kota Bogor. Penandatanganan kerja sama untuk fasilitas ini dijadwalkan dalam beberapa pekan mendatang. “Insyaallah Kota Bogor akan memiliki dua fasilitas PSEL untuk mengelola sampah secara lebih terintegrasi,” ujar Dedie.
Dedie menilai bahwa pendekatan pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan masih didominasi metode konvensional, seperti pengumpulan dan pembuangan terbuka. Hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan serta penurunan kualitas lahan. Dengan adanya PSEL, sampah tidak hanya dilihat sebagai limbah, tetapi diubah menjadi sumber energi listrik yang memberikan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Kapasitas dan Target Operasional Fasilitas PSEL
Fasilitas PSEL di Galuga dirancang dengan kapasitas pengolahan sampah sekitar 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 ton sampah akan dipasok dari Kota Bogor.
Adapun fasilitas PSEL di Kayumanis ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari, dengan alokasi pasokan sampah dari Kota Bogor yang sama, yaitu 500 ton.
Dedie A. Rachim menekankan bahwa pembangunan kedua proyek ini memerlukan kesiapan lintas sektor, termasuk pengembangan infrastruktur akses menuju lokasi pengolahan. Pemerintah Kota Bogor menargetkan persiapan akses dasar dapat diselesaikan pada Mei 2026 agar tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai rencana.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan,” pungkasnya.
Ikuti Akses.co.id
