Regional

Dedi Mulyadi Nilai Bandung Belum Bersih Meski Ada 1.500 Penyapu, Farhan Akui Sistem Bermasalah

Advertisement

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyoroti efektivitas kinerja petugas kebersihan di Kota Bandung, menilai bahwa keberadaan sekitar 1.500 penyapu jalan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung belum memberikan dampak signifikan terhadap kebersihan kota. Penilaian ini didasarkan pada kondisi lapangan yang dinilai belum mencerminkan optimalnya kinerja petugas, meskipun jumlahnya tergolong besar. Kondisi ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kebersihan di Kota Bandung.

Sorotan Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa jumlah petugas yang mencapai 1.500 orang seharusnya mampu menghasilkan kondisi kota yang jauh lebih bersih. “Saya undang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, problemnya di penyapu (jalan) yang ada 1.500 tapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Secara perhitungan, setiap petugas seharusnya memiliki tanggung jawab wilayah yang relatif kecil, sehingga hasil kerja bisa terlihat secara nyata. “Ini mau saya ajak ketemu untuk dipetakan, yang 1.500 itu dalam hitungan saya bisa 1 orang hanya 300 meter daerah garapannya,” katanya.

Namun demikian, kondisi di lapangan dinilai belum sesuai harapan. Dedi bahkan menduga ada petugas yang tidak menjalankan tugas secara optimal. “Jadi saya lihat yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan aja tapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang gak kelihatan,” ucapnya.

Sebagai perbandingan, ia menyebutkan bahwa pengelolaan kebersihan di jalan provinsi sudah menunjukkan hasil yang lebih baik. “Provinsi Jabar kan sudah menyebarkan yang di jalan Provinsi sudah mulai bersih. Lihat dari arah Lembang sampai Setiabudi, sekarang sudah bersih,” ucapnya.

Untuk mempercepat perbaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menurunkan tambahan 100 petugas kebersihan ke Kota Bandung. “Ketika berhenti jalan Provinsinya, sekarang ada 100 lagi tambahan tenaga kebersihan Provinsi Jabar yang akan ditempatkan di Kota Bandung,” katanya.

Sistem yang Dinilai Belum Efektif

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui bahwa efektivitas petugas kebersihan memang masih rendah. Salah satu penyebab utamanya adalah sistem pengawasan yang masih dilakukan secara manual. “Jadi pas libur Nataru saya ngelihat kok tukang sapu enggak efektif ya. Saya minta jam 4 pagi mulai, tapi ternyata setelah kita coba dorong berbagai macam, ketahuan, ternyata memang kontrolnya enggak pakai digital,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Farhan, sistem manual menyebabkan sejumlah kendala di lapangan, termasuk keterlambatan petugas dalam menjalankan tugas. “Dengan kontrol secara manual, banyak petugas yang terlambat datang ke lokasi yang sudah ditentukan dengan alasan karena rumahnya cukup jauh,” jelasnya.

Ia juga mengakui secara terbuka bahwa kinerja petugas penyapu jalan saat ini belum maksimal. “Pak, punteun Pak, hampura Pak, ini tukang sapu saya teh tidak efektif,” kata Farhan saat menceritakan komunikasinya dengan Gubernur.

Langkah Perbaikan yang Akan Dilakukan

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan sejumlah langkah perbaikan. Farhan menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai langkah awal melalui program uji coba. “Maka pada tanggal 19 April 2026 kemarin kan kita meluncurkan sebuah program percobaan Anu Sasapu Bandung, semua camat lurah turun di 46 titik,” ujarnya.

Selain itu, sistem kerja petugas juga akan diatur ulang dalam beberapa shift agar penanganan kebersihan lebih optimal. “Nanti provinsi akan menurunkan pasukan sapu-sapu juga ya. Dalam dua shift kita akan membantu di satu shift yang ketiga,” katanya.

Menurut Farhan, penggunaan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas kerja petugas kebersihan. “Semua petugas tersebut nantinya akan dilacak menggunakan aplikasi karena selama ini jumlah petugas yang terdata tidak sesuai dengan pekerja yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah yang disiapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung dapat segera membaik dalam waktu dekat. “Jadi nanti Insya Allah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih,” ujar Dedi.

Advertisement