— YOGYAKARTA, Kompas.com – Jajaran Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026) sore. Penggerebekan ini dilakukan atas dugaan praktik kekerasan dan penelantaran anak.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Sabtu siang menunjukkan daycare yang beroperasi dengan nama “Little Aresha” itu kini dalam kondisi tertutup dan telah dipasangi garis polisi. Berdasarkan spanduk yang terpasang di pagar depan, tempat penitipan ini diketahui melayani anak-anak berusia mulai dari 2 bulan hingga 8 tahun.

Orang Tua Temukan Kejanggalan, Termasuk Luka Lebam

Salah satu orang tua yang menitipkan anaknya di daycare tersebut, Aldewa, mengaku mengetahui kabar penggerebekan melalui media sosial pada Jumat sore. “Itu saya baca jam 5 ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diiket (anak) dan segala macam,” ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Aldewa juga mengakui sempat menemukan luka lebam di tubuh anaknya yang berusia tiga tahun. Namun, saat itu ia mengira luka tersebut disebabkan oleh kecelakaan ringan. “Kalau bekas luka, terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Nah mbahnya enggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya udah saya juga enggak tanya pihak sekolah,” tuturnya.

Selain itu, Aldewa mengungkapkan bahwa anaknya menunjukkan tanda-tanda trauma. “Kalau pagi. Biasanya kalau mau sekolah mesti nangis. Tapi kalau udah sampai ‘cep’ diem,” katanya, menggambarkan perubahan perilaku anaknya sebelum berangkat ke daycare.

Keluhan Kesehatan Anak Tak Dilaporkan Pihak Daycare

Orang tua lain, Khairunisa, menceritakan pengalaman serupa mengenai anaknya yang berusia 1,5 tahun. Selama dititipkan di Little Aresha, anaknya kerap mengalami gangguan kesehatan yang tidak dilaporkan oleh pihak daycare.

“Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai muntah-muntah,” ungkap Khairunisa.

Ia juga menyebutkan adanya penurunan berat badan pada anaknya, dari 9 kilogram menjadi 8 kilogram. Yang paling mengejutkan baginya adalah ketika anaknya mengalami demam tinggi hingga 38,7 atau 39 derajat Celsius tanpa sepengetahuan dirinya.

“Terus juga yang saya kaget dia demam sampai 38,7 derajat atau 39 itu tidak bilang ke kami. Bilangnya pas kami sudah ngomong. Buk ini demam ya. Oh iya demam kemarin,” lanjutnya dengan nada prihatin.

Khairunisa mendatangi Polresta Yogyakarta tidak hanya untuk melaporkan kejadian, tetapi juga mencari kejelasan lebih lanjut. “Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini,” katanya.

Polisi Benarkan Dugaan Kekerasan dan Penelantaran

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. “Penggerebekan tempat penitipan anak yang ada penganiayaan dan penelantaran,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menambahkan bahwa penggerebekan dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal pada Jumat sore. Ia menegaskan bahwa tempat penitipan anak tersebut diduga kuat melakukan tindak pidana terhadap anak.

“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di tempat penitipan tersebut.