— Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membeberkan berbagai capaian pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada transformasi sosial berkelanjutan dan hilirisasi riset. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, yang didukung oleh Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) melalui LPDP.

Ketua LPPM UNJ, Iwan Sugihartono, menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya sebatas penyaluran hasil penelitian, melainkan juga sebagai sarana penting untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata dan berjangka panjang. “Pengabdian sebagai sarana implementasi ilmu pengetahuan dan penerapan produk hasil penelitian tentunya diharapkan mampu menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan dalam rangka penyelesaian masalah sosial yang ada di masyarakat serta membantu para stakeholder dalam meningkatkan target kinerja serta menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lingkungannya,” ujar Iwan dalam acara “FGD Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Capaian Berdampak” di Aula Bung Hatta UNJ, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).

Tiga Pilar Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian masyarakat di UNJ difokuskan pada tiga pilar utama: pemberdayaan masyarakat, pengembangan kewilayahan, dan peningkatan kewirausahaan. Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat dampak positif dari program-program pengabdian ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

Beragam Bentuk Pengabdian dan Inovasi

Berbagai hasil konkret dari pengabdian masyarakat UNJ dipaparkan, menunjukkan keberagaman pendekatan dan fokus program. Salah satu contohnya adalah pengembangan Tari Manuk Bulak oleh Deden Haerudin dari Program Studi Pendidikan Seni Tari UNJ. Tarian ini dikembangkan melalui pendekatan art by research bersama masyarakat Desa Bulak dan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Di bidang seni dan literasi, anak-anak dari Rusunawa Jatinegara Kaum menampilkan karya puisi dan pantomim. Aksi mereka menjadi bukti bahwa pendekatan seni dan literasi dapat efektif dalam penguatan karakter serta ekspresi diri bagi generasi muda.

Dari ranah teknologi, inovasi bernama ARUNA (Alat Robotik untuk Navigasi dan Angkut Sampah Berbasis Kapal) diperkenalkan oleh Nur Azisah. Program ini dirancang khusus untuk wilayah Muara Angke, Jakarta, sebagai solusi pengelolaan sampah perairan menggunakan teknologi robotik yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Program ARUNA berkontribusi langsung dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Life Below Water, demi terciptanya ekosistem laut yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Akses Pendidikan dan Dukungan Psikososial

Pengabdian masyarakat UNJ juga merambah sektor pendidikan dan dukungan sosial. Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy memaparkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dikembangkan bersama Pemerintah Kota Depok. Program RSSG menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, Tesaannisa melaporkan tentang Pojok Konseling Sastra dan Ruang Kreatif Anak. Program yang berbasis bibliokonseling ini dilaksanakan di Rusunawa Jatinegara Kaum bekerja sama dengan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VII. Program ini bertujuan menyediakan ruang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk membaca, berekspresi, serta mendapatkan pendampingan psikososial. Lebih dari sekadar fasilitas membaca, program ini dirancang untuk mendorong penguatan karakter dan empati pada anak-anak.