— Malut United mengalami penurunan performa drastis di paruh kedua Super League musim ini, berbanding terbalik dengan catatan apiknya di paruh pertama. Tim yang sebelumnya menjadi kandidat juara kini terancam keluar dari posisi lima besar klasemen.

Penurunan ini terlihat jelas dari rata-rata poin yang diraih. Jika di paruh pertama Malut United mampu mengumpulkan rata-rata dua poin per pertandingan, di putaran kedua angka tersebut anjlok menjadi hanya satu poin per laga. Kekalahan 0-2 dari Persebaya di kandang sendiri di Ternate pada Kamis (23/4/2026) menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi tim berjuluk Laskar Kie Raha.

Performa Inkonsisten di Paruh Kedua

Dalam 12 pertandingan di putaran kedua, Malut United hanya mampu meraih tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan menderita enam kekalahan. Total 12 poin yang dikumpulkan berbanding jauh dengan raihan 34 poin di 17 pertandingan paruh pertama, yang terdiri dari 10 kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan.

Periode awal musim menempatkan Malut United sebagai salah satu tim paling konsisten di Super League. Rata-rata dua poin per laga adalah capaian impresif yang membuat mereka bertengger di papan atas klasemen. Namun, putaran kedua seolah membalikkan keadaan. Tidak ada periode yang menunjukkan konsistensi, kemenangan datang sporadis, sementara kekalahan lebih sering menghampiri.

Tiga kekalahan beruntun terakhir menjadi pukulan telak, terutama karena salah satunya terjadi di hadapan para pendukungnya sendiri. Akibatnya, peluang Malut United untuk meraih gelar juara musim ini dipastikan kandas. Kini, fokus tim adalah mempertahankan posisi di lima besar klasemen dari kejaran tim-tim di bawah mereka.

“Deretan kekalahan dan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Tentu kondisi ini sulit bagi semua pemain, fans, dan semua orang yang mendukung Malut United.”

Angulo: Jangan Menyerah, Kita Pernah Bangkit

Di tengah tekanan yang dihadapi, gelandang Malut United, Wbeymar Angulo, mengakui bahwa situasi ini tidaklah mudah bagi seluruh elemen tim. “Deretan kekalahan dan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Tentu kondisi ini sulit bagi semua pemain, fans, dan semua orang yang mendukung Malut United,” ujarnya dalam jumpa pers usai laga melawan Persebaya, seperti dikutip dari BolaSport, Kamis (23/4).

Meski demikian, Angulo memilih untuk menekankan pentingnya kebersamaan dan pengalaman tim dalam menghadapi masa-masa sulit. Ia berpesan agar tidak terlarut dalam keterpurukan.

“Jangan terlarut dalam keterpurukan di tengah situasi sulit ini. Malut United bisa bangkit jika kita bersama,” tegas gelandang berusia 34 tahun yang pernah memperkuat tim nasional Armenia tersebut.

Angulo menyoroti laga melawan PSBS Biak pada Selasa (28/4) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sebagai momentum krusial untuk memulai kebangkitan. “Kami perlu bangkit bersama dan berusaha memenangi pertandingan. Malut United memiliki pengalaman keluar dari masa sulit dan kami harus melakukannya lagi sekarang,” tambahnya.

Malut United masih memiliki lima laga tersisa di musim ini, menghadapi PSBS Biak, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, dan Borneo FC.