PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mengukuhkan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui pilar “Empower Our People” dalam strategi keberlanjutan “GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia”. Perusahaan BUMN telekomunikasi ini mengimplementasikan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) secara terukur dan berkelanjutan untuk memperkuat organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi krusial dalam membangun organisasi yang inklusif dan mampu menghadirkan keberagaman perspektif. “Kami percaya bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan,” ujar Dian dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Menurut Dian, dengan terbukanya akses tersebut, perempuan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong inovasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Komitmen ini tercermin dalam capaian kuantitatif perusahaan.
Capaian dan Target Keterwakilan Perempuan
Hingga akhir 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup telah mencapai 31,7 persen dari total karyawan, dengan 21 persen di antaranya menduduki posisi manajerial. Angka ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya meningkatkan keterwakilan perempuan di berbagai tingkatan organisasi.
Dalam strategi DEI yang terarah, TelkomGroup menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32 persen dari total karyawan dan 27 persen di level manajerial pada tahun 2030. Target ambisius ini sejalan dengan upaya penguatan kepemimpinan perempuan di berbagai lapisan organisasi.
Pada tahun 2025, keterwakilan perempuan di tingkat manajemen senior tercatat sebesar 14,0 persen, manajemen madya 23,2 persen, dan level pengawas 33,4 persen. Angka-angka ini memperlihatkan distribusi perempuan yang semakin merata di berbagai jenjang kepemimpinan.
Selain itu, TelkomGroup secara konsisten mendorong peningkatan partisipasi perempuan pada fungsi strategis, termasuk di sektor yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating function) sebesar 8,3 persen dan bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), serta matematika (STEM) sebesar 8,1 persen. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses perempuan pada sektor-sektor yang berbasis teknologi.
Peran Perempuan di Garis Depan Transformasi Digital
Kehadiran Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom menjadi bukti nyata partisipasi perempuan dalam mendorong transformasi digital sekaligus membangun budaya kerja yang inklusif. Kiprahnya turut diapresiasi melalui penghargaan “Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership” pada Wonder Mom Awards 2025 dan “Perempuan Inspiratif Awards 2025”. Penghargaan ini menegaskan peran perempuan di garis depan industri telekomunikasi digital.
Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang relevan hingga kini, Dian menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai upaya membuka akses setara terhadap peluang dan kemajuan. “Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” tegas Dian.
Ekosistem Kerja yang Mendukung Produktivitas Perempuan
Selain fokus pada aspek representasi, TelkomGroup juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Penyediaan fasilitas pendukung, seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi, merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memungkinkan perempuan menjalankan peran profesional mereka secara optimal sebagai bagian dari talenta unggul perusahaan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, TelkomGroup memperkuat budaya kerja yang setara melalui berbagai inisiatif pengembangan talenta perempuan dan dukungan komunitas internal.
Upaya ini diyakini dapat menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan keputusan serta mempercepat transformasi organisasi secara konsisten. Melalui komitmen yang kuat terhadap prinsip kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, TelkomGroup tidak hanya membangun organisasi yang lebih tangguh, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.






