Akses.co.id — Tony Varilly-Alvarado, seorang profesor matematika berusia 45 tahun, berhasil menurunkan berat badan sekitar 23 kilogram dalam kurun waktu satu tahun tanpa harus rutin mengunjungi pusat kebugaran. Perubahan drastis ini bukan hasil dari latihan fisik yang intens, melainkan buah dari disiplin dan perencanaan pola makan yang terukur, menunjukkan bahwa konsistensi dalam langkah kecil dapat memberikan dampak kesehatan yang signifikan.
Titik Balik Berawal dari Masalah Kesehatan
Riwayat gangguan jantung yang telah lama diderita Tony Varilly-Alvarado menjadi pemicu utama perubahan gaya hidupnya. Kebiasaan makan berlebihan, stres, serta konsumsi minuman beralkohol menjadi faktor yang terus menaikkan berat badannya dari tahun ke tahun. Situasi ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengurangi aktivitas fisik dan membuat pola makannya semakin tidak terkontrol. Berat badannya sempat menyentuh angka 90 kilogram, disertai keluhan mudah lelah dan sesak napas bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
Titik balik krusial terjadi pada November 2023. Dokter jantungnya mendesak Tony untuk segera menurunkan berat badan guna mencegah risiko kesehatan yang lebih serius. Ia kemudian dirujuk ke spesialis kardiometabolik yang turut menekankan pentingnya perubahan gaya hidup. Tony menyadari bahwa tanpa tindakan nyata, peluangnya untuk hidup sehat dalam jangka panjang akan semakin menipis, terlebih dengan riwayat penyakit yang dimilikinya. Keinginan sederhana untuk bisa hidup lebih lama dan menikmati waktu bersama sang istri menjadi motivasi tambahan baginya.
Fokus pada Pola Makan dan Perubahan Kebiasaan Harian
Memulai program penurunan berat badan pada Januari 2024, Tony Varilly-Alvarado menempatkan pola makan sebagai prioritas utama, bukan latihan fisik yang berat. Ia mengadopsi pola makan rendah karbohidrat atau diet ketogenik untuk membantu menstabilkan kadar insulin dalam tubuh. Meskipun awalnya sempat ragu karena pola makan ini identik dengan asupan lemak yang tinggi, penjelasan dari dokter membuatnya lebih yakin untuk mencoba.
Perlahan namun pasti, Tony mengubah pandangannya terhadap makanan. Ia tidak lagi terpaku pada konsumsi roti, pasta, atau nasi. Untuk sarapan, ia memilih smoothie protein yang dibuat dari susu almond tanpa gula, protein whey, dan buah beri. Saat bepergian, ia mengutamakan pilihan menu berbasis telur atau makanan rendah karbohidrat yang mudah ditemukan di hotel maupun tempat makan. Pilihan makan siang dan malamnya pun berpusat pada sumber protein seperti daging atau ikan, yang disajikan bersama sayuran rendah karbohidrat seperti brokoli, jamur, dan zucchini. Pendekatan ini membuat pola makannya menjadi lebih sederhana, teratur, dan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Penurunan Berat Badan Bertahap dan Peningkatan Kesehatan
Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, Tony berhasil menurunkan berat badan secara bertahap hingga mencapai sekitar 23 kilogram. Meskipun sempat mengalami fase stagnan selama beberapa minggu, ia tetap konsisten menjalankan pola makan yang telah ditentukan. Saat ini, berat badannya stabil di kisaran 66 kilogram, dengan kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Hasil pemeriksaan kesehatannya pun menunjukkan perubahan signifikan. Kadar gula darahnya kembali normal, dan kadar trigliserida yang sebelumnya tinggi mengalami penurunan drastis setelah ia menerapkan pola makan baru. Tony melaporkan bahwa ia kini merasa lebih berenergi dan tidak lagi mudah lelah saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Kesehatan Jantung Membaik dan Tantangan Konsistensi
Setelah mengadopsi perubahan gaya hidup ini, Tony Varilly-Alvarado tidak lagi mengalami masalah jantung seperti sebelumnya. Ia hanya menjalani pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan. Selain itu, ia merasakan perubahan positif lainnya, termasuk berkurangnya keringat berlebihan yang kerap dialaminya.
Meskipun demikian, Tony mengakui bahwa menjaga konsistensi, terutama dalam hal olahraga, masih menjadi tantangan tersendiri. Ia masih berupaya membangun kebiasaan berolahraga secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya rutin. Motivasi untuk hidup sehat dan dukungan dari sang istri menjadi faktor kunci yang membantunya tetap berada di jalur yang benar.
Pesan untuk yang Ingin Memulai Diet
Tony Varilly-Alvarado menekankan bahwa proses penurunan berat badan membutuhkan waktu dan tidak selalu berjalan mulus. Ia menyarankan agar tidak terlalu keras pada diri sendiri ketika menghadapi kegagalan dalam proses diet. “Bersikaplah baik pada diri sendiri, ini perjalanan panjang dan akan ada kesalahan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari orang terdekat untuk kelancaran proses perubahan. Menurutnya, perubahan besar tidak harus dimulai dari langkah raksasa, melainkan dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Kisah Tony menjadi bukti nyata bahwa diet yang terencana dan konsisten dapat memberikan hasil yang memuaskan tanpa harus bergantung pada olahraga berat. Perubahan gaya hidup yang sederhana, jika dijalani dengan disiplin, mampu meningkatkan kesehatan sekaligus kualitas hidup.
Ikuti Akses.co.id
