— SEMARANG, Kompas.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang melaporkan insiden prank laporan palsu yang diduga dilakukan oleh debt collector pinjaman online ke pihak kepolisian. Peristiwa ini menyebabkan dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara sia-sia pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10 WIB.

Pihak Damkar Kota Semarang juga menuntut permintaan maaf secara langsung dari terlapor ke kantor mereka. “Saya tunggu itu 2 kali 24 jam. Saya sudah buat aduan ke Polrestabes tadi malam,” ujar Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, kepada Kompas.com pada Jumat (24/4/2026).

Insiden bermula ketika tim Damkar menerima laporan adanya kebakaran di sebuah warung nasi goreng. “Melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran,” jelas Tantri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan. “Karena kita kan 15 menit harus sampai lokasi jadi hari cepat-cepat,” ungkapnya, merujuk pada standar kecepatan respons Damkar.

Tak Ada Kebakaran, Damkar Lapor Polisi

Setibanya di lokasi, tim Damkar justru mendapati kenyataan bahwa tidak ada kebakaran sama sekali. Keterkejutan melanda tim saat mengkonfirmasi kepada pemilik warung nasi goreng.

“Waktu saya konfirmasi ke pemilik nasi goreng, mengatakan bahwa dia punya pinjaman online,” ujar Tantri, menjelaskan kronologi awal.

Pemilik warung nasi goreng tersebut mengakui memiliki pinjaman online yang terjadi pada tahun 2020 dan belum diselesaikan. Setelah mendapatkan informasi ini, Damkar kembali menghubungi pihak pelapor.

“Kemudian dari pihak pelapor ini saya hubungi,” ucap Tantri.

Tantri menekankan bahwa tindakan yang dilakukan oleh debt collector tersebut sangat merugikan Damkar Kota Semarang dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kalau ada laporan kebakaran beneran bagaimana. Kita hanya 10 unit yang operasional. Ini kan sangat merepotkan,” katanya.

Dia menegaskan, jika terlapor berani datang ke Damkar Kota Semarang untuk meminta maaf, maka laporan polisi yang telah dibuat dapat dicabut. “Kalau misal berani datang ke Damkar Kota Semarang nanti laporan itu bisa kami cabut,” tutupnya.