Akses.co.id — BANDUNG BARAT, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan untuk menutup sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan Curug Malela, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, menyusul terjadinya bencana longsor yang merusak sarana prasarana dan menimbulkan ancaman keselamatan bagi pengunjung. Penutupan ini berlaku hingga kondisi kawasan dinyatakan aman sepenuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat, Asep Dendih, mengonfirmasi bahwa longsor yang terjadi tidak hanya menutup akses masuk utama ke objek wisata, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas yang ada. “Telah terjadi bencana tanah longsor di area objek wisata Curug Malela yang mengakibatkan kerusakan pada sarana dan prasarana serta menimbulkan risiko yang membahayakan keselamatan pengunjung,” kata Asep, Kamis (30/4/2026).
Keputusan penutupan sementara ini diambil berdasarkan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. Seluruh kegiatan wisata dihentikan untuk memberikan waktu bagi penanganan material longsor yang menimbun sejumlah warung dan memutus akses menuju curug.
“Objek wisata Curug Malela dinyatakan ditutup sementara untuk seluruh aktivitas wisata sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, hingga seluruh proses pembersihan material longsor, perbaikan sarana, dan pengkajian teknis selesai serta kondisi dinyatakan aman,” jelas Asep.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa akses menuju Curug Malela masih terhalang material longsor selama tiga hari terakhir. Petugas mencatat setidaknya ada enam titik longsor yang menghambat jalur masuk ke kawasan tersebut.
Dampak Longsor dan Kendala Penanganan
Bencana longsor tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga berdampak pada bangunan milik warga yang berada di sekitar lokasi wisata. Petugas lapangan BPBD Bandung Barat, Suheri, melaporkan bahwa empat warung milik masyarakat ikut terbawa longsor. “Ada sekitar 4 warung masyarakat yang terbawa longsor pada saat kejadian. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban,” ujar Suheri.
Proses pembersihan material longsor dilaporkan belum dapat dilakukan secara optimal. Kendala utama dihadapi akibat kondisi medan yang terjal serta intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. “Pembersihan material longsor dilakukan secara hati-hati karena khawatir ada longsor susulan,” ungkap Suheri.
Ia menambahkan bahwa potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi mengingat curah hujan yang tinggi di wilayah selatan Bandung Barat. “Di wilayah selatan ini memang masih terjadi hujan intensitas tinggi, jadi masih berpotensi terjadi longsor susulan,” tuturnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat dan calon wisatawan untuk tidak memaksakan diri memasuki kawasan Curug Malela yang telah ditutup sementara. Kepatuhan terhadap rambu peringatan dan imbauan petugas menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan bersama.
Ikuti Akses.co.id
