JAKARTA, KOMPAS.com – Jemaah haji Indonesia diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Mekkah yang diprediksi mencapai 43 derajat Celsius. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, meminta para jemaah untuk mengatur jadwal keberangkatan ke Masjidil Haram secara cermat guna menghindari paparan panas yang berlebihan, terutama pada siang hari.

“Bapak dan Ibu sekalian, mengingat cuaca hari ini di Mekkah diperkirakan dapat mencapai 43 derajat Celsius, kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk mengatur waktu keberangkatan ke Masjidil Haram dengan baik,” ujar Maria dalam sebuah jumpa pers yang membahas penyelenggaraan ibadah haji, Minggu (3/5/2026).

Maria juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi dampak cuaca panas. Ia menyarankan jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari aktivitas fisik berat di siang hari.

“Kemudian segera melapor kepada petugas jika mengalami berbagai gangguan kesehatan,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Maria, berkomitmen untuk menyelenggarakan layanan haji yang nyaman, profesional, dan ramah bagi seluruh jemaah. Ia turut mengajak jemaah untuk menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta fokus menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Kondisi Kesehatan Jemaah dan Layanan Medis

Dari sisi layanan kesehatan, Maria memaparkan bahwa hingga Minggu (3/5/2026), tercatat sebanyak 6.823 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 141 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit yang berada di Arab Saudi.

“Untuk jemaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi saat ini berjumlah 59 orang,” jelasnya lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa secara umum, kondisi kesehatan jemaah masih terpantau dengan baik dan terus menerima pelayanan medis yang optimal. Pelayanan ini mencakup mulai dari tingkat kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan rujukan.

“Secara umum kondisi kesehatan jemaah masih terus terpantau dan mendapatkan pelayanan medis yang optimal,” pungkas Maria.

Tujuh Jemaah Wafat

Sementara itu, dilaporkan bahwa sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia telah dilaporkan wafat hingga Minggu (3/5/2026). Mayoritas dari kasus kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru atau pneumonia.