— SURABAYA, KOMPAS.com – Calon jemaah haji dari Jawa Timur diprediksi akan disambut cuaca yang lebih bersahabat saat tiba di Arab Saudi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menyatakan, kondisi cuaca di Tanah Suci kini masih dalam transisi dari musim dingin menuju musim panas.

Kepala PPIH Embarkasi Surabaya, Moh. As’adul Anam, menjelaskan bahwa suhu udara di Arab Saudi belum mencapai titik ekstrem musim panas. “Sampai saat ini cuaca belum pada puncak ekstrem. Artinya baru kemarin perubahan antara musim dingin dengan panas,” ujar Anam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, suhu saat ini masih sangat cocok bagi masyarakat Indonesia. “Artinya bahwa sampai saat ini suhunya masih sangat bersahabat dengan masyarakat Indonesia seperti itu,” tuturnya.

Anam membandingkan kondisi saat ini dengan keberangkatan haji pada tahun sebelumnya. Ia mengingat, pada tahun lalu, cuaca Arab Saudi sudah memasuki puncak musim panas dengan suhu yang jauh lebih tinggi.

“Kalau tahun kemarin kan sampai 44, 45 (derajat), kalau saat ini belum ada kabar sampai dengan suhu setinggi itu seperti itu. Masih sangat bersahabat dengan masyarakat yang berangkat,” jelasnya.

Kondisi Jemaah dan Jadwal Keberangkatan

Hingga kini, total telah ada empat kloter jemaah haji asal embarkasi Surabaya yang telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Kloter keempat dilaporkan berangkat pada Kamis malam, sementara kloter kelima menyusul pada Jumat pagi.

Menurut Anam, belum ada laporan mengenai jemaah yang mengalami sakit hingga memerlukan perawatan intensif. “Kloter 4 semalam berangkat ya semalam, kloter 5 pagi tadi. Kabar kami terima jemaahnya sehat dan tidak ada permasalahan terkait dengan layanan ibadah di Madinah,” ungkapnya.