— Surabaya, Kompas.com – Diyon Stefanus, warga Surabaya, akhirnya bisa bernapas lega setelah 14 tahun menanti. Sepeda motor Yamaha Jupiter Z kesayangannya yang hilang pada tahun 2012 lalu, kini telah kembali ke pangkuannya. Penyerahan kembali kendaraan tersebut berlangsung di Satlantas Polres Bangkalan, Jawa Timur, pada Kamis (23/4/2026).

Perjalanan Diyon untuk mendapatkan kembali motornya ternyata tidak sepenuhnya mulus. Ia harus menunggu tambahan waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan seluruh prosedur administrasi serta kehadiran pejabat terkait di lokasi.

Penantian Panjang Berakhir, Drama Dua Jam di Polres Bangkalan

Diyon tiba di Markas Satlantas Polres Bangkalan bersama dua rekannya pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Di sana, motor Jupiter Z berwarna merah yang telah lama hilang itu sudah terparkir rapi. Namun, hingga pukul 10.45 WIB, motor tersebut belum bisa dibawa pulang oleh pemiliknya.

Momen yang cukup menarik perhatian terjadi ketika Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan, keluar dari ruangannya. Tak lama kemudian, ia justru meninggalkan lokasi menggunakan mobil operasionalnya.

“Dipanggil Bapak (Kapolres Bangkalan),” ujar seorang perwira polisi kepada awak media, menjelaskan alasan kepergian Kasat Lantas yang mendadak tersebut.

Kronologi Hilangnya Motor Jupiter Z di Surabaya

Diyon menceritakan bahwa peristiwa kehilangan motor kesayangannya terjadi belasan tahun lalu, saat ia sedang beraktivitas di tokonya di Surabaya. Seketika, ia mendapati motor yang biasa digunakan untuk mobilitas sehari-hari sudah tidak berada di tempat semula.

“Kendaraan saya ini hilang pada tahun 2012. Saat itu saya tutup toko, namun kendaraan sudah lenyap begitu saja. Kala itu saya langsung melapor ke Polsek Tambaksari,” ungkap Diyon kepada wartawan di Bangkalan, Kamis.

Informasi mengenai keberadaan motornya baru Diyon ketahui sekitar enam bulan lalu. Ia mendapat kabar tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial resmi milik Polres Bangkalan. Namun, karena kesibukan pekerjaan, Diyon baru bisa mengurus proses pengambilan motornya pada hari ini.

Kondisi Motor Setelah 14 Tahun

Meskipun diliputi rasa senang, Diyon mengaku perasaannya campur aduk. Durasi kehilangan yang begitu lama, lebih dari satu dekade, membuat penemuan ini terasa seperti kejutan yang luar biasa.

“Karena mungkin kondisinya sudah lebih dari 10 tahun, jadinya biasa saja (perasaannya). Motor ini (dahulu) saya gunakan untuk kendaraan sehari-hari,” ujar Diyon.

Kini, motor legendaris miliknya telah kembali. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya masyarakat untuk segera melaporkan kehilangan kendaraan kepada pihak kepolisian dan secara aktif memantau perkembangan informasi melalui kanal digital yang disediakan oleh Polri.