Akses.co.id — Akhmad Wafi, salah satu wisudawan terbaik Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih cita-cita. Ia berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90, meraih predikat Pujian.
Perjuangan Wafi dalam menempuh pendidikan tinggi dimulai sejak awal kuliah. Menyadari bahwa tabungan dari masa nyantri di pondok pesantren tidak akan cukup untuk membiayai kuliah hingga lulus, ia terpaksa memutar otak. Ia memprediksi uang yang dimilikinya hanya cukup untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama enam hingga tujuh semester.
Untuk mengatasi biaya hidup dan kebutuhan tempat tinggal, Wafi memutuskan untuk mengabdi sebagai marbot atau penjaga masjid di Markas Detasemen Polisi Militer VI/2 Banjarmasin. Profesi ini memberikannya tempat bernaung sekaligus uang saku bulanan.
Kisah Perjuangan dan Titik Terang Beasiswa
Kisah inspiratif Wafi ini perlahan menemui titik terang ketika ia memberanikan diri mengikuti seleksi penerimaan beasiswa. Pada semester pertama kuliahnya, ia dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Beasiswa inilah yang kemudian membantunya menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan sarjananya.
“Poin yang ingin saya sampaikan adalah setiap tekad dan kemauan selalu ada jalannya,” ungkap Wafi, mengutip dari laman resmi UIN Antasari, Minggu (26/4/2026).
Wafi adalah salah satu dari lima wisudawan terbaik tingkat universitas yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor UIN Antasari Nomor 238 Tahun 2026.
Tanggung Jawab Baru Seorang Sarjana
Selain menceritakan perjalanan penuh liku yang telah dilaluinya, Wafi juga tak lupa memberikan pesan penting kepada rekan-rekan sejawatnya yang baru saja menyandang gelar sarjana.
“Suatu proses dan usaha, apabila disertai niat yang lurus dan kesungguhan, akan senantiasa menemukan jalan keluar serta berbuah manis,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa gelar yang tersemat di ujung nama bukanlah untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, gelar tersebut merupakan tanggung jawab baru yang akan melekat pada diri setiap lulusan di mana pun mereka berada.
Wafi menegaskan bahwa tanggung jawab utama dari ilmu yang telah diraih adalah mengimplementasikannya, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Wisuda UIN Antasari
Dalam upacara wisuda yang berlangsung, UIN Antasari Banjarmasin secara resmi mengukuhkan 539 orang lulusan. Lulusan tersebut terdiri dari 232 laki-laki dan 307 perempuan, yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sarjana (S-1), Magister (S-2), hingga Doktor (S-3).
Ikuti Akses.co.id
