Edukasi

Cerita Siswa SD Negeri Awado, Harus Seberangi Lautan untuk Ikut TKA 2026

Advertisement

Perjuangan ekstra harus ditempuh oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Awado, Kepulauan Yapen, Papua, demi mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SD. Para siswa kelas 6 di sekolah tersebut harus rela mengarungi lautan demi mencapai lokasi ujian.

Kepala SDN Awado, Muhajir, menjelaskan bahwa tahun ini pelaksanaan TKA dipusatkan di SD Integral Lukman Al Hakim Serui. Perjalanan menuju lokasi tersebut membutuhkan waktu tempuh yang tidak sebentar menggunakan perahu.

“Jika laut sedang tenang, kami bisa sampai di Serui dalam waktu empat jam, namun bisa mencapai enam jam jika ombak besar,” ujar Muhajir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan, setibanya di Serui, tantangan lain adalah mencari tempat menginap bagi anak-anak yang akan mengikuti TKA.

Meskipun perjalanan yang ditempuh penuh tantangan, Muhajir mengapresiasi semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para siswanya. “Meski penuh tantangan, semangat murid kami tetap tinggi untuk mengikuti TKA,” tuturnya.

TKA sebagai Penentu Arah Masa Depan

Salah seorang siswa SDN Awado, Andai Darling Woraba, menekankan pentingnya TKA sebagai penentu arah masa depannya. Ia menyatakan bahwa semangatnya untuk mengikuti tes tidak surut meskipun harus menempuh perjalanan laut yang berat.

Advertisement

“Kami tetap semangat mengikuti TKA karena ini membantu kami mengetahui kemampuan akademik dan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkap Andai.

Sementara itu, Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi, memastikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang untuk para peserta didik. “Secara keseluruhan, guru dan murid siap mengikuti TKA,” katanya.

SDN Awado juga telah melakukan koordinasi intensif dengan dinas pendidikan setempat. Selain itu, dukungan dari orang tua siswa juga sangat besar, di mana beberapa di antaranya bersedia meminjamkan perangkat komputer dan laptop jika terjadi keterbatasan di sekolah.

“Koordinasi dengan dinas terkait juga telah kami lakukan untuk menjamin ketersediaan listrik dan internet. Dukungan orang tua juga sangat besar, bahkan di antara mereka bersedia meminjamkan perangkat komputer atau laptop jika terjadi keterbatasan di sekolah,” jelas Mahfud.

Advertisement