Regional

Cerita Jemaah Haji Padang Mantap Berangkat di Tengah Ketegangan Amerika-Iran

Advertisement

PADANG, KOMPAS.com – Di tengah bayang-bayang ketegangan global antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memicu kekhawatiran, kloter pertama calon jemaah haji (CJH) asal Embarkasi Padang, Sumatera Barat, tetap mantap melanjutkan perjalanan ibadah mereka. Penantian belasan tahun para calon jemaah akhirnya terjawab dengan dimulainya prosesi masuk asrama pada Kamis (23/4/2026).

Isu geopolitik yang memanas sejak akhir Februari 2026 sempat menimbulkan spekulasi mengenai keselamatan jemaah haji. Namun, adanya gencatan senjata yang berlangsung beberapa waktu terakhir, ditambah jaminan keamanan dari Pemerintah Arab Saudi, menjadi landasan bagi Kementerian Haji (Kemenhaj) RI untuk tetap memberangkatkan jemaah tahun ini.

Keberanian Melawan Kekhawatiran

Bagi Busnar Jamaran (67), seorang mantan pegawai PT Semen Padang, keberangkatan tahun ini merupakan jawaban atas kesabaran panjang sejak mendaftar pada 2012. Ia mengakui sempat diliputi kecemasan ketika isu konflik Timur Tengah mengemuka, terlebih lagi masa tunggunya telah bertambah akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Harapan sempat hampir pupus karena konflik di Timur Tengah. Tapi, Kemenhaj cukup berani mengambil langkah setelah pertimbangan matang. Kami adalah angkatan pertama yang berangkat di bawah struktur kementerian baru ini dalam kondisi geopolitik seperti sekarang,” ujar Busnar saat ditemui di Asrama Haji Padang.

Di usianya yang sudah senja, Busnar merasa tidak ingin menunda lagi panggilan ibadah haji. Baginya, menolak keberangkatan karena alasan keamanan sama saja dengan mempertaruhkan sisa usianya.

“Anak-anak mendukung. Pesan mereka hanya satu: jangan mudah termakan informasi simpang siur di media sosial soal konflik di sana,” tambahnya, menunjukkan dukungan keluarga dalam menghadapi kekhawatiran.

Advertisement

Pasrah dan Niat Syahid

Senada dengan Busnar, keteguhan hati juga diperlihatkan oleh Jasni (71). Di tengah kekhawatiran yang dilontarkan tetangga dan kerabat mengenai potensi ancaman serangan udara yang kerap muncul di pemberitaan, Jasni memilih untuk berserah diri.

“Tetangga banyak yang tanya, ‘apa tidak takut perang?’ Saya jawab, umur tidak ada yang tahu. Kalaupun meninggal di sana, saya sudah siap, mudah-mudahan syahid. Niat baik pasti dipermudah,” tegas Jasni dengan nada tenang, menunjukkan keyakinannya dalam menghadapi ketidakpastian.

Jaminan Keamanan Pemerintah

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sumatera Barat, M. Rifki, memastikan bahwa seluruh proses keberangkatan jemaah haji akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan (on schedule). Koordinasi antara Pemerintah RI dan Pemerintah Arab Saudi telah mengonfirmasi bahwa situasi di Tanah Suci aman untuk pelaksanaan ibadah haji.

Di Sumatera Barat, kloter pertama calon jemaah haji Embarkasi Padang dijadwalkan masuk Asrama Haji Padang pada Kamis (23/4/2026) untuk persiapan keberangkatan pada pukul 01.05 WIB, Jumat (24/4/2026) dini hari.

Rifki berharap dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah tidak mengganggu kekhusyukan ibadah para jemaah. “Kami terus memantau kondisi global, namun hingga saat ini pelaksanaan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana tanpa gangguan berarti di lapangan,” tuturnya, menggarisbawahi kesiapan Kemenhaj dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Advertisement