Akses.co.id — MADINAH – Di balik senyum lega jemaah haji Indonesia setibanya di Madinah, terdapat kerja keras tak kasat mata yang memastikan kenyamanan mereka sejak awal. Pengawasan ketat terhadap barang bawaan menjadi salah satu kunci utama pelayanan di Baggage Drop Off Area Bandara AMAA Madinah.
Pada setiap pergantian tiga shift, lima orang petugas haji bandara ditugaskan sebagai checker bagasi. Tugas mereka meliputi pemantauan berbagai jenis barang bawaan, mulai dari koper besar (bagasi tercatat), koper kabin, hingga barang pendukung seperti kursi roda dan tongkat yang dibutuhkan jemaah selama menunaikan ibadah.
Ketelitian Petugas Demi Kenyamanan Jemaah
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menekankan pentingnya pengawasan ini. “Setiap barang bawaan jemaah harus dimonitor secara cermat, mulai dari koper besar, koper kabin, kursi roda, sampai tongkat. Barang-barang itu merupakan kebutuhan jemaah yang akan mereka gunakan selama di Tanah Suci,” ujarnya.
Basir menjelaskan bahwa pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi, ketahanan fisik, dan konsentrasi penuh. Para petugas harus bekerja di luar ruangan, menghadapi sengatan panas terik di siang hari dan udara dingin yang menusuk tulang, disertai angin kencang serta kondisi berdebu pada malam hari. Kendati demikian, pengawasan harus tetap berjalan tanpa cela.
“Kalau ada selisih jumlah atau ada bagasi jemaah yang tidak sampai, itu harus segera kami laporkan kepada pihak maskapai. Karena itu, pengawasan pada area bagasi harus dilakukan dengan sangat teliti dan tidak boleh lengah,” tegas Basir.
Koordinasi Antarpihak Kunci Kelancaran
Pengawasan bagasi tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas haji Indonesia, melainkan juga melibatkan pihak maskapai penerbangan. Koordinasi yang baik antarpihak menjadi elemen krusial demi kelancaran distribusi seluruh bagasi jemaah hingga tiba di hotel masing-masing.
“Bukan hanya petugas kita yang mengawasi, pihak maskapai juga ikut memantau bagasi jemaah. Maka koordinasi satu sama lain harus terus dijaga supaya seluruh bagasi jemaah bisa sampai dengan baik ke hotel masing-masing,” kata Basir.
Di tengah kesibukan operasional bandara, peran para petugas monitoring bagasi ini kerap luput dari pandangan publik. Padahal, dari proses inilah kenyamanan jemaah mulai dijaga sejak langkah pertama mereka di Arab Saudi.
Basir menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah turun dari pesawat atau penyambutan di terminal. “Yang kami jaga bukan hanya jumlah bagasi, tetapi juga ketepatan dan kelancaran prosesnya. Harapannya, saat jemaah tiba di hotel, barang-barang mereka juga sudah termonitor dengan baik sehingga jemaah merasa tenang dan nyaman,” tuturnya.
Di balik hiruk-pikuk bandara, dedikasi para petugas yang sigap, sabar, dan cermat menjadi garda terdepan. Dalam berbagai kondisi cuaca, mereka memastikan jemaah dapat memulai ibadah dengan rasa aman dan nyaman, berkat ketelitian mereka dalam menjaga setiap barang bawaan.
Ikuti Akses.co.id
