Akses.co.id — Buono Aji Santoso, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berusia 30 tahun, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dalam program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyelesaikan studi dalam waktu 1 tahun 6 bulan 21 hari, jauh lebih cepat dari rerata masa studi program magister periode tersebut yang mencapai 2 tahun 1 bulan dengan rerata IPK 3,75.
Meskipun meraih pencapaian akademis luar biasa, momen kelulusan Buono diwarnai kesedihan. Ibundanya tercinta telah berpulang pada akhir Maret 2026, sebelum sempat menyaksikan kebahagiaan putra kesayangannya di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM pada 22-23 April 2026.
“Saya yakin Ibu senang mendengar kabar itu. Terlihat dari raut wajah beliau yang masih saya ingat sampai sekarang. Namun, Ibu juga meminta maaf jika tidak bisa hadir di wisuda saya nanti bulan April,” ujar Buono, mengutip laman UGM, Sabtu (25/4/2026).
Kepergian sang ibunda meninggalkan duka mendalam. Namun, Buono bertekad untuk terus memegang teguh nasihat ibundanya untuk senantiasa berjuang dan belajar hingga akhir hayat.
Dorongan Ibu untuk Terus Berkarya
Buono mengisahkan bahwa ibundanya selalu menyemangatinya untuk terus berjuang dan belajar. Nasihat tersebut menjadi pegangan kuat bagi Buono dalam menjalani studi S2 yang penuh tantangan. Ia meyakini ibundanya akan merasa bangga melihat pencapaiannya, meski tak bisa hadir secara fisik.
Bagi Buono, meraih IPK sempurna bukanlah hal yang mudah. Ia menjalani proses panjang yang penuh dengan dinamika, terutama mengingat kesibukannya sebagai ASN di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) sejak 2018.
Motivasi Tingkatkan Kapasitas Sektor Publik
Memulai karier sebagai auditor, Buono bertugas mengawasi pengelolaan keuangan negara sekaligus berperan sebagai konsultan untuk memastikan anggaran publik memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Keinginan untuk meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi lebih besar di sektor publik mendorongnya mengambil studi Magister Akuntansi FEB UGM pada Agustus 2024.
“Saya menemukan fakta bahwa prodi ini memiliki bidang yang fokus pada bidang akuntansi publik dan memiliki kerja sama dengan BPKP untuk meningkatkan kualitas auditor internal pemerintah. Dengan ini, saya ingin memastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar memberikan value for money dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Disiplin dan Manajemen Waktu Kunci Keberhasilan
Dalam menjalani perkuliahan, Buono menerapkan kedisiplinan tinggi. Ia selalu fokus, aktif berdiskusi, serta mencatat poin-poin penting untuk dipelajari kembali. Di tengah kesibukannya sebagai profesional dan kepala keluarga, ia mengatur waktu dengan cermat, memanfaatkan setiap jeda untuk belajar dan mengerjakan tugas.
Penerapan strategi belajar yang disiplin dan konsisten menjadi kunci keberhasilannya. Ia membiasakan diri fokus penuh saat perkuliahan, aktif berdiskusi, dan mencatat materi penting. Selain itu, pengelolaan waktu yang efektif dengan menerapkan skala prioritas antara akademik, pekerjaan, dan keluarga juga sangat membantunya.
Selama menempuh studi, Buono mengaku nilai integritas dan profesionalisme menjadi fondasi utama yang membentuk karakter dan cara berpikirnya. Ia berupaya menjalani setiap proses akademik dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi kejujuran.
Tantangan dan Pelajaran Berharga
Perjalanan studinya tidak selalu mulus. Buono sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara studi dan keluarga. Ia selalu berusaha menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa dan seorang ayah.
Salah satu tantangan terbesar adalah ketika ia mendapatkan hasil ujian yang kurang memuaskan di awal semester. Pengalaman ini sempat membuatnya khawatir terhadap capaian akademiknya. Namun, Buono tidak larut dalam kekecewaan.
“Pelajaran paling berharga dari pengalaman tersebut yaitu saya belajar untuk tidak menyerah sampai akhir. Saya percaya bahwa ketika kita sudah berjuang dan bekerja keras maka apapun hasilnya saya akan lebih ikhlas menerima daripada apabila saya menyerah di awal,” ungkapnya.
Prestasi di Tengah Ujian Kehidupan
Di balik prestasi akademiknya, Buono juga menghadapi ujian kehidupan yang berat. Saat masa pengerjaan tesis, ia harus mendampingi ibunya yang divonis kanker tiroid stadium 4. Kondisi ini justru memotivasinya untuk menyelesaikan studi dengan maksimal dan memberikan yang terbaik bagi ibunya yang selalu mendukungnya.
Ia juga meraih beberapa prestasi, salah satunya menjadi Best Presenter dalam International Student Conference yang diadakan oleh Faculty of Business Widya Mandala Surabaya Catholic University. Pengalaman pertama mengikuti konferensi internasional dengan kemampuan Bahasa Inggris yang ia anggap “pas-pasan” itu menjadi motivasi besar baginya.
“Saya baru pertama kali mengikuti International Conference dan dengan bermodalkan kemampuan speaking Bahasa Inggris yang menurut saya pas-pasan, ternyata apa yang saya paparkan dapat diterima dengan baik dan memperoleh predikat Best Presenter. Tentunya hal tersebut menjadi motivasi saya untuk terus berkembang kedepannya nanti,” jelasnya.
Komitmen Kontribusi Sektor Publik
Ke depan, Buono berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya dalam pekerjaannya sebagai auditor di Kementerian PANRB. Ia juga bertekad untuk berbagi pengetahuan dengan rekan kerja serta berkontribusi dalam perbaikan tata kelola keuangan publik.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh, Buono bertekad untuk terus melanjutkan kontribusinya di sektor publik, sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral di masa depan.
Tips untuk Mahasiswa
Buono tidak lupa membagikan tips bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi secara optimal. Ia menekankan pentingnya melakukan yang terbaik pada setiap proses dan tidak mudah menyerah.
“Karena dari terus mencoba dan mengalami kegagalan itu kita justru bisa belajar banyak hal. Jangan mudah berpuas diri dan selalu kuatkan keinginan untuk meningkatkan kapasitas diri dan pengetahuan yang kita miliki,” pungkasnya.
Ikuti Akses.co.id
