Regional

Cerita Bobby Ngadu ke Tito hingga Dana Bantuan Bencana di Sumut Naik Jadi Rp 23,32 Triliun

Advertisement

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan peran penting Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam menaikkan alokasi dana bantuan pascabencana banjir di wilayahnya. Awalnya, anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk Sumatera Utara hanya sebesar Rp 2,1 triliun dari total Rp 56 triliun yang disiapkan pemerintah pusat. Namun, setelah Bobby mengadu langsung kepada Tito Karnavian, dana tersebut melonjak signifikan menjadi Rp 23,32 triliun.

Bobby menceritakan momen tersebut saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2027 di Hotel Santika Medan, Rabu (22/4/2026). “Yang kita ketahui awalnya renduk (rencana induk) batuan untuk Sumatera Utara (pascabencana) itu hanya Rp 2,1 triliun, tapi malam sebelumnya, sebelum diumumkan, kami sudah dapat kisi-kisi, saya telepon mengadu langsung kepada Pak Mendagri,” ujar Bobby.

Tito Karnavian turut hadir dalam acara Musrembang tersebut. Bobby melanjutkan, setelah menerima laporan dari Bobby, Tito segera berkoordinasi dengan kementerian terkait penanganan bantuan pascabencana. Upaya ini membuahkan hasil, di mana dana bantuan untuk Sumatera Utara akhirnya direvisi menjadi Rp 23,32 triliun.

“Hari ini, alhamdulillah Pak Menteri, minggu lalu juga sudah disampaikan dana renduk kita untuk R3P naik dari Rp 2,1 triliun naik menjadi Rp 23 triliun lebih. Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Dalam Negeri,” ungkap Bobby, menunjukkan rasa syukurnya atas peningkatan alokasi dana tersebut.

Sebelumnya, kekecewaan Bobby terkait alokasi dana pemulihan banjir sempat mencuat dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satuan Tugas R3P pada akhir Februari. Kekecewaan tersebut bahkan membuatnya sempat melakukan walk out saat mengikuti rapat virtual.

Advertisement

Ketimpangan Data dan Dampak Bencana

Bobby menilai adanya ketimpangan data yang mencolok antara kebutuhan riil di lapangan dengan alokasi yang tercantum dalam rencana induk (Renduk) pemerintah pusat. Dari total anggaran Rp 56 triliun yang dialokasikan untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Sumatera Utara hanya mendapat porsi Rp 2,11 triliun.

Padahal, bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada 25 November 2025 lalu menimbulkan dampak yang sangat masif. Data dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat, bencana tersebut berdampak pada lebih dari 1,8 juta jiwa. Sebanyak 376 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.

Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan meluas di berbagai wilayah yang terdampak, selain ribuan rumah yang hilang akibat bencana tersebut.

Advertisement