— Menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan skrining rutin menjadi kunci pencegahan penyakit dini, terutama bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Dokter Puskesmas Campurejo, Kediri, Jawa Timur, dr. Dedi Wahyu Indrawijaya, menekankan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak usia muda sangat krusial. “Anak muda perlu memahami penyakit yang kini banyak muncul agar lebih sadar dalam mengatur pola makan dan menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan air putih,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Menurut dr. Dedi, pola makan seimbang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit serius seperti gagal ginjal. Ia menyoroti kebiasaan anak muda yang kerap memilih minuman manis kemasan dibandingkan air putih. “Padahal, air putih merupakan kebutuhan utama tubuh karena hampir 70 persen tubuh manusia terdiri atas air. Kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada fungsi organ tubuh,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr. Dedi menegaskan pentingnya menjaga kecukupan konsumsi air putih setiap hari sebagai dasar yang tidak boleh diabaikan.

Pentingnya Aktivitas Fisik dan Skrining Berkala

Selain pola makan, aktivitas fisik secara rutin juga menjadi sorotan. dr. Dedi menyarankan olahraga minimal 150 menit per minggu, yang bisa dicapai melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari. “Olahraga tidak harus berat. Jalan kaki 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu sudah menjadi langkah sederhana yang baik untuk menjaga kesehatan. Hal yang terpenting adalah konsistensi,” tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Dedi mengingatkan pentingnya skrining riwayat kesehatan secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun, khususnya bagi peserta JKN. “Lebih baik mengetahui lebih awal ketimbang terlambat. Skrining kesehatan membantu mendeteksi masalah lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang,” katanya.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menegaskan bahwa program JKN tidak hanya berfokus pada pembiayaan layanan kesehatan saat peserta sakit, tetapi juga mendorong upaya promotif dan preventif.

“Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan skrining riwayat kesehatan minimal setahun sekali, risiko penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga,” imbuh Tutus, seraya berharap peserta JKN semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.