Akses.co.id — MR.D.I.Y. Indonesia, melalui PT Daya Intiguna Yasa Tbk, meluncurkan fasilitas “Waste Station” di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, sebagai upaya mencegah demotivasi masyarakat dalam mendaur ulang sampah. Fasilitas ini merupakan kolaborasi dengan Rekosistem dan diharapkan dapat mendorong kebiasaan memilah dan membuang sampah secara bertanggung jawab.
Pemilihan Stasiun MRT Blok M sebagai lokasi strategis didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat di salah satu hub transit terbesar di Jakarta tersebut. “Karena kami lihat MRT Blok M itu merupakan salah satu hub transit yang mobilitasnya paling tinggi di Jakarta. Ada MRT, ada Transjakarta, ada stasiun bus, kemudian juga beberapa kawasan komersial di dalam satu titik,” ujar Chief Financial Officer MR. D.I.Y Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, pada Jumat (24/5/2026).
Keberadaan Waste Station ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah yang lebih praktis dan mudah dijangkau. Diharapkan, fasilitas ini dapat mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus meringankan beban pemerintah dalam pengelolaan sampah di hilir.
Inisiatif Keberlanjutan MR.D.I.Y.
Inisiatif Waste Station ini merupakan kelanjutan dari program “Recycle Drop Box” yang telah dijalankan MR.D.I.Y. sejak tahun 2022 di 52 toko perlengkapan rumah tangga mereka yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Pengumpulan Sampah dan Aksi Lingkungan
Pada tahun 2025, MR.D.I.Y. berhasil mengumpulkan total 2.445 kg sampah. Rinciannya, 1.211 kg berasal dari Recycle Dropbox di 52 toko, sementara 1.234 kg sampah dikumpulkan dari aksi bersih pantai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Selain itu, MR.D.I.Y. juga menempatkan 10 Bank Sampah di wilayah Jabodetabek dan memberikan edukasi kepada pengurusnya dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab, melalui kerja sama dengan Tiger Foundation. Perusahaan juga telah memproses ulang 84 ton limbah karton untuk digunakan kembali dalam kegiatan operasional logistiknya.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan, MR.D.I.Y. juga telah menanam 300 bibit mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.
“Tentunya di 2026 kami akan terus melanjutkan dan memperluas inisiatif-inisiatif seperti ini. Jadi kami akan fokus inisiatif gerakan aksi bersih-bersih, pengelolaan pembuangan sampah yang jauh lebih baik lagi, kemudian juga penanaman pohon bersama dengan masyarakat setempat dan juga mitra berkelanjutan,” tutur Rika.
Kolaborasi Rekosistem dan Manfaat Waste Station
Sebelum hadirnya Waste Station, Rekosistem, perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, telah berkolaborasi dengan MR.D.I.Y. melalui program Recycle Drop Box. Dengan Waste Station, MR.D.I.Y. memperluas jangkauan masyarakat untuk mendaur ulang sampah, memanfaatkan banyaknya toko yang mudah ditemukan di berbagai daerah.
Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menjelaskan keunggulan menyetor sampah langsung ke Waste Station dibandingkan memilahnya di rumah. “Proses pemilahan di rumah mengikis ruang dan belum tentu akan berakhir didaur ulang, karena ada kemungkinan justru kembali tercampur baur,” ujarnya.
Joshua menambahkan, “Dengan memilah, kadang-kadang mungkin terdemotivasi ketika ‘yah kok sampahnya dicampur lagi’ gitu kan. Nah sebetulnya dengan adanya MR.D.I.Y ini aksesnya makin banyak, enggak ada lagi tuh alasan ‘yah kok dicampur lagi’ karena bisa mampir ke toko terdekat terus ditaruh dan dapat didaur ulang.”
Lebih lanjut, sampah yang disetorkan ke Waste Station Rekosistem dapat ditukar menjadi poin (Rekopoin) melalui aplikasi, yang kemudian dapat dikonversi menjadi saldo e-wallet.
Ikuti Akses.co.id
