Akses.co.id — Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengambil langkah strategis untuk meminimalkan potensi praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Upaya mitigasi dilakukan secara berlapis, mulai dari proses awal kedatangan peserta hingga pengawasan di dalam ruang ujian.
Menurut Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Unsika, Yayat Hendayana, penanganan praktik curang dimulai sejak peserta mengikuti antrean body checking. Tahap ini krusial untuk memastikan tidak ada barang-barang yang tidak diizinkan masuk ke area ujian.
Selanjutnya, panitia melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tiga dokumen penting yang dibawa oleh setiap peserta. Dokumen-dokumen tersebut meliputi nomor tes yang telah dilengkapi dengan foto diri, surat keterangan dari sekolah asal, dan ijazah. Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan identitas peserta sesuai dengan data yang terdaftar.
Proses pengawasan juga mencakup pemeriksaan pakaian dan aksesori yang dikenakan peserta sebelum memasuki ruang tes. Di dalam ruang ujian, para pengawas akan melakukan pemantauan secara langsung untuk mendeteksi adanya indikasi kecurangan.
“Selain itu, kami juga mendapatkan pengawasan dari tim monev (monitoring dan evaluasi) Kementerian,” ujar Yayat melalui pesan singkat pada Kamis (23/4/2026). Kehadiran tim dari Kementerian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengecekan dan memastikan integritas pelaksanaan ujian.
Yayat menambahkan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya praktik joki dalam pelaksanaan UTBK SNBT di Unsika. “Dengan kehadiran tim monev, proses pengecekan lebih ketat dan dipastikan tidak ada indikasi kecurangan yang kami dapatkan,” tegasnya.
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Unsika
Unsika menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan UTBK 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, UTBK tahun ini dilaksanakan dalam satu gelombang yang berlangsung selama 10 hari, mencakup total 20 sesi ujian.
Rektor Unsika, Ade Maman Suherman, menyatakan bahwa total peserta yang mengikuti UTBK SNBT 2026 di Unsika mencapai 12.508 orang. Jumlah ini merupakan peserta yang telah memenuhi persyaratan administratif dan memilih lokasi ujian di lingkungan universitas.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025, yang diikuti oleh sekitar 11.000 peserta.
“Untuk total kuota penerimaan mahasiswa baru jalur SNBT di Unsika tahun ini mencapai 1.763 kursi yang tersebar di berbagai program studi,” ungkap Ade Maman.。
Untuk mengakomodasi tingginya jumlah peserta, pelaksanaan ujian tidak hanya dipusatkan di Kampus Unsika. Panitia turut menggandeng dua lokasi mitra untuk memperluas kapasitas.
Ujian juga diselenggarakan di Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) selama sembilan hari dengan 17 sesi, serta di Politeknik Negeri Subang (Polsub) selama enam hari dengan 11 sesi.
Ikuti Akses.co.id
