Akses.co.id — Calon pendaki Gunung Semeru yang telah membeli tiket untuk periode November 2025 hingga Desember 2025 kini memiliki opsi penjadwalan ulang atau reschedule. Keputusan ini diambil menyusul rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, yang dijadwalkan mulai Jumat, 24 April 2026, namun dengan batas akhir pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi hal tersebut dalam pengumuman resmi. “Berdasarkan hasil rapat koordinasi multipihak mengenai pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru, memperhatikan hal tersebut maka aktivitas pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai tanggal 24 April 2026 dengan batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo,” ujar Rudijanta, seperti dikutip pada Sabtu (25/4/2026).
Bagi pendaki yang ingin melakukan penjadwalan ulang tiket, prosesnya dapat diakses melalui tautan daring khusus: https://bit.ly/reschedule-semeru-2026.
Syarat dan Ketentuan Reschedule Tiket Pendakian Gunung Semeru
Terdapat beberapa ketentuan penting yang harus dipenuhi oleh para pendaki jika ingin melakukan reschedule tiket pendakian Gunung Semeru:
- Setiap alamat e-mail yang terverifikasi hanya dapat digunakan untuk mengisi formulir reschedule satu kali dan tidak dapat diubah setelah dikirim.
- Batas akhir pengisian formulir reschedule adalah hingga akhir Mei 2026, tepatnya Minggu, 31 Mei 2026.
- Penjadwalan ulang tiket tersedia untuk pendakian hingga November 2026, mulai dari Jumat, 1 Mei 2026, hingga Senin, 30 November 2026.
- Perubahan atau penggantian anggota atau peserta pendakian tidak diperkenankan; data yang dimasukkan harus sama dengan data pada pemesanan awal.
- Kuota reschedule per hari dibatasi maksimal untuk lima kelompok pendaki.
Aturan Pendakian Gunung Semeru yang Perlu Diperhatikan
Sebelum melakukan pendakian, calon pendaki diwajibkan untuk memahami dan mematuhi sejumlah aturan yang telah ditetapkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pembelian tiket pendakian harus dilakukan secara daring melalui situs resmi bromotenggersemeru.id, paling lambat dua hari sebelum hari pendakian.
Terdapat kuota pendakian sebanyak 200 orang per hari dengan durasi maksimal dua hari satu malam. “Setiap pendaki wajib mengikuti Prosedur Operasional Standar (SOP) pendakian Gunung Semeru Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah diperbarui,” tegas Rudijanta.
Syarat Utama Pendakian Gunung Semeru:
- Pendakian resmi hanya dapat dilakukan melalui jalur Ranu Pani.
- Wajib melakukan pemesanan tiket secara daring melalui situs resmi bromotenggersemeru.id.
- Kuota pendakian dibuka untuk satu bulan kalender.
- Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai 30 hari hingga 2 hari sebelum pendakian.
- Batas usia pendakian minimal adalah 10 tahun. Pendaki berusia di atas 70 tahun wajib menyertakan rekomendasi dokter.
- Data pendaki tidak dapat diubah atau diganti dengan alasan apa pun.
- Pendaki yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) wajib membawa surat izin dari orang tua atau wali.
- Pendaki wajib membawa identitas diri asli, seperti KTP, Kartu Keluarga, atau paspor.
Aturan Selama Pendakian:
- Durasi pendakian maksimal adalah dua hari.
- Batas waktu untuk mendaki adalah pukul 15.00 WIB.
- Lokasi pembangunan tenda hanya diperbolehkan di area Ranu Kumbolo.
- Setiap pendaki wajib menggunakan gelang pendakian yang dikeluarkan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
- Pendaki wajib membawa kantong sampah dan memastikan seluruh sampah dibawa turun.
- Saat turun atau check out, pendaki wajib melapor di Ranu Pani.
- Pendaki yang terlambat turun akan dikenakan sanksi.
- Akan dilakukan pemeriksaan sampah yang dibawa turun oleh pendaki.
- Pendaki wajib melakukan pemindaian barcode saat turun.
- Pendaki wajib mengembalikan tanda pengenal yang diberikan.
Hal yang Dilarang Selama Pendakian:
- Merusak flora, fauna, dan situs budaya.
- Membuang sampah sembarangan.
- Membawa obat-obatan terlarang, narkoba, minuman keras, bahan peledak, dan senjata tajam.
- Melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.
- Mendaki melebihi batas area Ranu Kumbolo.
- Membuat jalur pendakian baru.
- Menerbangkan drone.
Sebelumnya, Gunung Semeru sempat ditutup mulai awal Januari 2026 hingga akhir Maret 2026. Penutupan tersebut dilakukan dengan pertimbangan revitalisasi ekosistem dan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Ikuti Akses.co.id
