Sebanyak 138 Calon Jamaah Haji (Calhaj) asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dijadwalkan akan memulai perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci Mekkah pada awal Mei 2026. Keberangkatan yang terbagi dalam dua kelompok terbang ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Mei 2026. Meskipun situasi di Timur Tengah tengah diliputi ketegangan, para calon jamaah dilaporkan tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dan tidak terlihat kekhawatiran berlebih.
Koordinator Keberangkatan Jamaah Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan, Asdar, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan, termasuk manasik haji, telah rampung dilaksanakan. Beliau menjelaskan bahwa 138 Calhaj tersebut, yang juga mencakup Petugas Haji Daerah (PHD), akan terbagi dalam dua kloter. Kloter 7, yang beranggotakan 95 orang, akan berangkat terlebih dahulu pada 4 Mei, disusul oleh kloter 8 yang terdiri dari 43 orang pada hari berikutnya.
“Alhamdulillah, manasik dan persiapan keberangkatan sudah selesai. Total ada 138 Calhaj, termasuk Petugas Haji Daerah (PHD),” ungkap Asdar saat ditemui pada Rabu (22/4/2026).
Dalam rombongan jamaah tahun ini, jamaah tertua tercatat atas nama Ibu Nare yang berusia 78 tahun, berasal dari Pulau Sebatik. Sementara itu, jamaah termuda adalah Suci, yang baru menginjak usia 22 tahun.
Perubahan Rute Penerbangan Demi Keamanan
Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi teknis pelaksanaan penerbangan calon jamaah haji. Untuk menjamin keamanan, rute pesawat yang biasanya melintasi wilayah Teluk Persia dan Yaman terpaksa dialihkan agar terhindar dari area konflik.
Pesawat yang membawa para jamaah nantinya akan mengambil rute yang berbeda. Perjalanan udara akan melalui Mozambik, Somalia, dan Etiopia, sebelum akhirnya menuju Mesir. Dari Mesir, penerbangan akan melintasi Laut Merah sebelum tiba di Arab Saudi. Pengalihan rute ini secara langsung berdampak pada bertambahnya durasi perjalanan udara.
“Waktu penerbangan jadi lebih lama. Jika biasanya hanya 10 sampai 11 jam, nanti bertambah sekitar 3 jam menjadi 14 hingga 15 jam perjalanan,” jelas Asdar.
Kenaikan Ongkos Pesawat Ditanggung Pemerintah
Selain perubahan rute, kenaikan harga avtur yang dipicu oleh konflik global juga menyebabkan lonjakan biaya operasional penerbangan. Namun, Asdar menegaskan bahwa kenaikan biaya tersebut tidak akan dibebankan kepada para calon jamaah.
Pemerintah akan menanggung seluruh kenaikan ongkos pesawat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahun ini, setiap Calhaj membayar biaya haji sebesar Rp 54 juta dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp 87,4 juta. Kekurangan biaya sebesar Rp 33 juta ditutup oleh nilai manfaat yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Meskipun masa tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Nunukan mencapai 41 tahun, semangat para calon jamaah tetap membara. Mereka dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 melalui embarkasi Balikpapan, dan diperkirakan tiba di Nunukan pada 19 Juni 2026.






