— JAKARTA, KOMPAS.com – Meskipun Indonesia berhasil mengumpulkan cadangan beras nasional hingga 5 juta ton, pemerintah diingatkan untuk tidak berpuas diri. Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan dunia.

“Capaian ini tentu sangat baik dan menjadi bukti kerja keras pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, stabilitas harus tetap dijaga, baik dari sisi distribusi maupun harga, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Alien dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Alien Mus menyoroti bahwa situasi global yang tidak menentu dapat memberikan dampak signifikan pada sektor pangan. Gangguan logistik, kenaikan biaya distribusi, hingga tekanan terhadap harga komoditas menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga ke seluruh pelosok daerah. Selain itu, langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga juga menjadi krusial.

Optimalisasi Peran Bulog

Komisi IV DPR RI juga mendorong agar Perum Bulog mengoptimalkan perannya dalam menjaga keseimbangan pasar. Operasi pasar, jika diperlukan, harus menjadi salah satu instrumen yang siap digunakan.

“Stok yang besar harus diiringi dengan manajemen distribusi yang baik. Jangan sampai stok melimpah, tetapi harga di masyarakat tetap tinggi,” tegas Alien.

Ia menambahkan bahwa stok beras yang melimpah ini memberikan posisi yang lebih aman bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Namun, untuk memastikan ketahanan pangan nasional terjaga secara berkelanjutan, pengawasan dan kebijakan yang tepat tetap diperlukan.

“Pencapain stok beras tertinggi ini harus dapat dipastikan stabilitas pasokan dan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, maka kita perlu berkolaborasi melakukan pengawasan bersama,” ucapnya.

Kondisi Stok Beras Nasional

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang PT Perum Bulog telah mencapai 5.000.198 ton atau sekitar 5 juta ton. Data ini merujuk pada informasi Bulog per pukul 08.55 WIB pada hari pengumuman.

“Hari ini kita umumkan beras 5.000.198 ton. Itu berkat kerja keras kita semua,” kata Amran saat melakukan pengecekan langsung di Gudang Bulog, JDP Karawang1 Logistic Park, Jawa Barat, didampingi para pengamat dan awak media.

Melimpahnya stok beras bahkan memaksa Bulog untuk menyewa gudang dari pihak swasta dengan kapasitas tambahan 2 juta ton. Kapasitas gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia sendiri mampu menampung sekitar 3 juta ton beras.

“Kita sudah sewa lagi kurang lebih 1.000.000 ton kapasitasnya,” ujar Amran, merujuk pada tambahan kapasitas sewa gudang.