— Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sedang merancang skenario rekayasa lalu lintas baru untuk mengatur arus bus pariwisata di kawasan Sumbu Filosofi. Langkah ini diambil untuk mencegah bus berukuran besar melintasi area yang menjadi bagian dari warisan budaya tersebut.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi mendalam dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan hotel di kawasan Malioboro dan Organda. “Ya, saya sudah berdiskusi dengan banyak pihak ya. Kemarin saya berdiskusi dengan hotel-hotel yang ada di Malioboro. Saya sedang menyusun skenario agar kita membuat sistem rekayasa lalu lintas yang baru,” ujar Hasto pada Jumat (24/4/2026).

Masukan dari para pemangku kepentingan tersebut menjadi dasar penyusunan skenario rekayasa lalu lintas. Hasto meminta waktu bagi seluruh masyarakat yang terdampak rencana pelarangan bus wisata melintas Sumbu Filosofi untuk bersama-sama merumuskan solusi terbaik. “Ya, ditunggu sebentar lah, kita bisa bikin skenario baru,” ucapnya.

Hasto menegaskan komitmen untuk meniadakan bus yang melintas di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. “Ya, kan sudah saya sampaikan bahwa tidak ada yang lewat di Titik Nol. Ya ada bus yang lewat di Titik Nol kita tiadakan. Kemudian di sumbu filosofi saya kira harus kita hindarkan dengan bus besar ya,” jelasnya.

Skenario Awal Rekayasa Lalu Lintas

Dalam rancangan awal, Pemkot Yogyakarta mengusulkan pemanfaatan jalan-jalan penghubung menuju Jalan Malioboro sebagai lokasi parkir bus pariwisata. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Jalan Mataram.

“Kalau terpaksanya ada bus-bus besar kan bisa aksesnya lewat jalan Mataram dan juga jalan Bhayangkara gitu. Jadi saya kira dengan cara begitu sudah bisa mensteril Malioboro,” kata Hasto.

Sebelumnya, Pemkot Yogyakarta menargetkan momen libur Lebaran 2026 sebagai periode uji coba awal penataan parkir bus pariwisata. Dalam skema tersebut, bus pariwisata tidak akan lagi diizinkan parkir di kawasan Sumbu Filosofi demi mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.

Wali Kota Hasto Wardoyo telah memastikan kesiapan sejumlah Tempat Khusus Parkir (TKP) bagi bus pariwisata. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah Terminal Giwangan. “Sebagian di Giwangan (terminal) sebagian di tempat lain,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (15/1/2026).

Hasto menekankan bahwa setelah lokasi parkir baru siap, bus pariwisata tidak lagi diizinkan parkir di TKP Senopati yang saat ini berada di kawasan Sumbu Filosofi. “Yang penting tidak di Senopati dan tidak ada yang melintas Titik Nol,” tegasnya.

Penataan ulang TKP Senopati akan dilakukan setelah proses pemindahan parkir bus pariwisata ke lokasi yang telah ditentukan selesai. “Setelah bus dipindah (parkir) baru ditata,” pungkasnya.