Akses.co.id — Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, angkat bicara terkait simpang siur informasi mengenai penembakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo, Yemis Yohame. Bupati menegaskan bahwa insiden tersebut murni tindakan kriminal dan tidak berkaitan dengan agenda politik maupun kunjungan Wakil Presiden.
Yemis Yohame, yang merupakan ASN aktif menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo, ditembak pada Selasa malam, 21 April 2026, saat sedang mengakses jaringan Wi-Fi di pinggir jalan. Bupati Didimus Yahuli mengklarifikasi bahwa korban bukanlah Sekretaris Pribadi Wakil Bupati Yahukimo, meskipun memiliki kedekatan dan sering membantu pimpinan daerah secara kekeluargaan.
“Korban bukanlah Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati sebagaimana informasi yang beredar, meskipun secara hubungan kekeluargaan korban memang dikenal dekat dan sering membantu pimpinan daerah,” kata Bupati Didimus Yahuli dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).
Bupati juga dengan tegas membantah spekulasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan penembakan ini dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo pada 21 April lalu.
“Insiden penembakan ASN Yemis Yohame bukan bagian dari agenda politik atau berkaitan dengan kunjungan Wakil Presiden. Saya dengan tegas membantah spekulasi di media sosial yang mengaitkan insiden ini dengan kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo pada 21 April lalu,” tegasnya.
Didimus menjelaskan bahwa insiden ini adalah tindakan kriminal murni dan tidak memiliki kaitan dengan agenda kenegaraan maupun kunjungan Wapres. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik.
“Saya minta masyarakat tidak terprovokasi oleh suara-suara sumbang di media sosial yang mencoba mendiskreditkan pihak tertentu atau mengaitkan peristiwa ini dengan situasi politik,” ujarnya.
Koordinasi Pengusutan Kasus
Bupati Didimus Yahuli mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Yahukimo untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini. Ia meminta agar motif pelaku dapat terungkap dan pelaku segera diseret ke meja hijau demi keadilan bagi keluarga korban.
“Saya sudah meminta Pak kapolres untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap motif pelaku, dan menyeretnya ke meja hijau agar keluarga korban mendapatkan keadilan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu mengungkap pelaku dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Bupati meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai identitas pelaku sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
“Saya harap semua elemen masyarakat dapat membantu mengungkap pelaku penembakan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujar Didimus lagi.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga Yemis Yohame yang merupakan salah satu aset masa depan Yahukimo. Terima kasih juga kepada suku Yali dan Mek yang tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan aksi balasan horizontal,” katanya.
Kronologi Versi Kodam XVII/Cenderawasih
Sebelumnya, Kodam XVII/Cenderawasih merilis informasi bahwa korban, Yones Yohame, ditembak oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa malam. Penembakan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dengan luka tembak di dada kanan.
“Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban dan mengutuk kekejian oleh OPM, yang dengan sengaja menembak warga sipil, sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Rabu, 22 April 2026.
Kapendam menyebut, korban merupakan putra daerah terbaik yang selama ini selalu membantu masyarakat Yahukimo. Atas kejadian ini, Kapendam mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpancing isu-isu provokatif yang dapat mengganggu kondusivitas keamanan di Kabupaten Yahukimo.
“Saat ini, aparat keamanan gabungan sedang melaksanakan penyelidikan atas kasus ini, dan memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kapendam.
Ikuti Akses.co.id
