Money

BRI Dorong Ekspansi Kredit Bagi UMKM Usai Bagi Dividen Rp 52,1 Triliun

Advertisement

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ekspansi kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pasca pembagian dividen tunai senilai Rp 52,1 triliun. Langkah ini sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) 2026 yang memproyeksikan pertumbuhan pinjaman sebesar 7 hingga 9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menyatakan bahwa perseroan memiliki modal yang kuat untuk melakukan ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

UMKM merupakan tulang punggung bisnis BRI, sehingga pemberdayaan sektor ini menjadi prioritas utama. Royadi menambahkan, proyeksi pertumbuhan pinjaman ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, terutama pada segmen UMKM.

Sebelumnya, BRI telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 April 2026. Dalam rapat tersebut, diputuskan pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun, atau setara dengan Rp 346 per lembar saham. Angka ini mencakup dividen interim sebesar Rp 20,6 triliun (Rp 137 per saham) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Pembagian dividen tersebut didasarkan pada kinerja keuangan BRI untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Laba tahun berjalan konsolidasian perseroan mencapai Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,65 triliun.

Tips Investasi Reksa Dana dari BRI untuk Pemula

Selain fokus pada ekspansi kredit UMKM, BRI juga berbagi panduan bagi masyarakat yang ingin memulai investasi reksa dana, khususnya bagi investor pemula. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Pelajari dan Riset

Langkah pertama adalah memahami berbagai jenis reksa dana yang ada untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko. Terdapat empat jenis utama reksa dana:

  • Reksa Dana Pasar Uang: Memiliki risiko paling kecil, diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti deposito dengan jatuh tempo kurang dari setahun.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Sekitar 80 persen modal diinvestasikan pada obligasi, dengan risiko yang lebih besar dibandingkan reksa dana pasar uang.
  • Reksa Dana Campuran: Merupakan kombinasi antara saham dan obligasi, sehingga memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Reksa Dana Saham: Mayoritas modal (80 persen) diinvestasikan pada saham, menawarkan potensi risiko dan keuntungan paling tinggi.

Selain itu, penting untuk melakukan riset terhadap manajer investasi yang memiliki rekam jejak baik dan kebijakan yang sejalan dengan tujuan finansial Anda.

2. Menetapkan Tujuan Investasi

Tentukan dengan jelas tujuan investasi Anda, seperti untuk pendidikan anak, pembelian rumah, atau dana pensiun, beserta jangka waktunya. Hal ini akan membantu memperkirakan kapan dana investasi perlu dicairkan.

Advertisement

3. Memilih Reksa Dana yang Tepat

Pilihlah jenis reksa dana yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda. Pertimbangkan toleransi terhadap fluktuasi harga, jangka waktu investasi, dan kebutuhan pencairan dana. Investor dengan profil risiko agresif dan tujuan jangka panjang mungkin cocok dengan reksa dana saham, sementara investor konservatif yang menginginkan keuntungan cepat dapat memilih reksa dana pasar uang.

4. Membuka Rekening Investasi

Proses pembukaan rekening investasi dapat dilakukan melalui perusahaan manajemen investasi, bank, atau platform investasi daring. Pendaftarannya relatif mudah, cukup dengan mengisi formulir dan melakukan verifikasi dokumen secara daring.

5. Investasi Awal dan Penyisihan Dana Rutin

Mulailah investasi sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Pertimbangkan untuk mengatur investasi berkala atau auto-debit untuk membangun kedisiplinan menabung. Strategi dollar-cost averaging dapat dimanfaatkan agar investasi lebih rutin dilakukan.

6. Monitoring dan Evaluasi

Pantau kinerja reksa dana secara berkala untuk memastikan investasi berjalan sesuai tujuan keuangan. Lakukan rebalancing portofolio jika diperlukan, terutama jika terjadi perubahan drastis pada kinerja pasar atau tujuan keuangan Anda.

7. Konsultasi dengan Ahli

Bagi yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam memilih reksa dana atau menyusun strategi investasi, berkonsultasi dengan perencana keuangan dapat menjadi pilihan yang bijak.

8. Diversifikasi Investasi

Hindari menempatkan seluruh dana pada satu jenis instrumen investasi. Lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko kerugian. Contohnya, investasi jangka pendek melalui reksa dana pasar uang dan investasi jangka panjang pada saham blue chip. Untuk potensi keuntungan besar, pemilihan saham perbankan dengan kinerja kuat dalam sepuluh tahun terakhir, seperti saham BBRI milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bisa dipertimbangkan.

Secara umum, reksa dana cenderung memberikan hasil terbaik sebagai investasi jangka panjang karena kemampuannya mengimbangi naik turunnya harga pasar seiring waktu. Meskipun potensi profit reksa dana mungkin tidak sebesar investasi saham, hasil optimal dapat dicapai dengan mengikuti panduan investasi yang tepat.

Advertisement