Regional

BPBD Petakan Daerah Kekeringan di Cimahi, Ratusan Wilayah Berisiko Kekurangan Air

Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Jawa Barat, telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan menjelang musim kemarau 2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini, terutama mengingat prediksi musim kemarau yang diperkirakan akan lebih kering akibat fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya mendasarkan pemetaan tersebut pada data dan pengalaman dari musim kemarau sebelumnya. Hasilnya menunjukkan tingkat kerawanan yang cukup signifikan.

“Sudah kami petakan wilayah rawan. Dari total 312 RW di 15 kelurahan, sekitar 270 RW pernah melaporkan kekeringan atau kesulitan air bersih. Jadi tingkat kerawanan memang tinggi,” ujar Fitriandy, dikutip dari Antara. Data ini menjadi landasan strategis bagi BPBD dalam merancang langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air bersih.

Strategi Penanganan Kekurangan Air Bersih

Menghadapi kemungkinan terjadinya kekurangan air bersih di masyarakat, BPBD Cimahi telah menyiapkan serangkaian langkah penanganan cepat. Salah satu prioritas utama adalah penguatan koordinasi antarinstansi.

“Apabila ada laporan kekurangan air bersih, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perumda Tirta Raharja untuk menyuplai air bersih,” jelas Fitriandy.

Potensi Bencana Lain yang Diwaspadai

Selain kekeringan, BPBD juga menyoroti potensi bencana lain yang kerap menyertai musim kemarau, yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Advertisement

Menurut Fitriandy, wilayah selatan Kota Cimahi, seperti Cireundeu, serta wilayah utara di Cipageran dan sekitarnya, menjadi area yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lahan.

“Untuk kebakaran lahan, kategorinya sedang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian didominasi kebakaran alang-alang,” katanya. Sementara itu, kepadatan penduduk yang tinggi di beberapa kawasan permukiman juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cepatnya penyebaran api jika terjadi kebakaran.

Koordinasi Penanganan Kebencanaan

Untuk mengantisipasi risiko kebakaran di permukiman, BPBD terus menjalin komunikasi erat dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi. Tujuannya adalah memastikan respons penanganan dapat dilaksanakan secara cepat dan efektif.

Lebih lanjut, BPBD secara rutin memantau perkembangan kondisi cuaca melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan ini krusial untuk mengidentifikasi potensi bencana lebih awal dan mempersiapkan langkah mitigasi sebelum dampaknya meluas.

Prediksi BMKG sebelumnya mengindikasikan bahwa musim kemarau 2026 di Jawa Barat diperkirakan datang lebih awal dengan curah hujan di bawah normal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah, termasuk Kota Cimahi.

Advertisement