Akses.co.id — Borneo FC menghadapi Semen Padang di Stadion Segiri Samarinda pada Sabtu (25/4/2026) pukul 15.30 WIB, dalam lanjutan pekan ke-29 Super League. Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara, kebahagiaan bermain menjadi motivasi utama tim berjuluk Pesut Etam. Hal ini tercermin dari striker Koldo Obieta, yang tidak hanya fokus pada gol, tetapi juga pada rasa dan kebersamaan tim.
Pemain asal Spanyol itu menunjukkan optimisme tenang, meski situasi klasemen tengah krusial. “Seperti yang pelatih katakan, ini adalah pertandingan sangat penting bagi kami di kandang. Kami memiliki enam pertandingan tersisa dan akan terus berjuang untuk meraih posisi pertama,” ujar Obieta.
Ia menambahkan, bermain di kandang sendiri memberikan kenyamanan tersendiri. “Di kandang, sejujurnya kami merasa sangat nyaman bersama para pendukung dan stadion kami sendiri. Kami akan memberikan maksimal untuk meraih tiga poin,” imbuhnya.
Lebih dari Sekadar Stadion, Tim di Atas Segalanya
Bagi Obieta, pertandingan melawan Semen Padang bukan sekadar jadwal pertandingan, melainkan sebuah ruang emosional di mana setiap gol memiliki makna mendalam. “Ya, saya selalu termotivasi dan ingin mencetak gol tentunya, karena itu pada akhirnya membantu tim. Bermain di kandang sini sejujurnya saya sudah berhasil mencetak gol bagus di kandang melawan Persebaya,” kata pemain berusia 32 tahun tersebut.
“Perasaan mencetak gol di kandang selalu lebih indah daripada di luar karena akhirnya perayaannya bersama orang-orang di tribun yang menjadi heboh,” sambungnya. Namun, ia menekankan bahwa ambisi pribadi tidak pernah melampaui kepentingan tim. Mentalitas kolektif menjadi kekuatan utama Borneo FC musim ini, tanpa ego menonjol atau obsesi individu yang mengalahkan tujuan bersama.
“Ya, dengan keinginan besar, tetapi pada akhirnya yang terpenting adalah menang. Jika saya tidak mencetak gol dan tim menang, saya akan tetap senang,” tegas Obieta.
Fokus pada Permainan Sendiri, Mental Baja di Situasi Sulit
Filosofi yang diterapkan pelatih Fabio Lefundes terlihat dari cara bermain Borneo FC saat menghadapi tekanan di lapangan. Alih-alih terpancing emosi atau larut dalam keputusan wasit, para pemain memilih untuk tetap fokus pada permainan tim sendiri.
“Pelatih menekankan agar kami fokus pada diri sendiri, bahwa yang penting adalah bagaimana keadaan kami, bagaimana kami bermain. Jika mereka melakukan pelanggaran terhadap kami, kami harus terus melakukan tugas kami,” ujar Koldo Obieta.
“Karena jika kami dalam kondisi baik dan berhasil bermain seperti yang kami tahu, kami tahu bahwa kami lebih unggul dari lawan dan kami bisa mencetak gol kapan saja,” imbuhnya. Cara ini membuat Borneo FC tampil stabil, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
“Saya pikir itu tercermin dari fakta bahwa kami tidak terlalu bereaksi terhadap pelanggaran atau kartu kuning tersebut dan kami berhasil ‘membalik halaman’ ketika wasit melakukan kesalahan atau apa pun,” tuturnya melanjutkan. “Dari sana kami tetap lebih baik dalam pertandingan, melakukan permainan kami, dan di situlah saya pikir kami membuat perbedaan,” pungkas Koldo Obieta.
Ikuti Akses.co.id
