SERANG, Kompas.com – Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun berinisial MII tewas mengenaskan setelah diduga tersedot pipa irigasi saat bermain di aliran Sungai Cibanten, Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban saat itu tengah asyik bermain dan berenang bersama sepuluh orang temannya di sungai tersebut.
Menurut Kapolsek Ciomas Inspektur Polisi Satu (IPTU) Ridwan Junaedi, korban diduga terpeleset dan sebagian tubuhnya masuk ke dalam lubang pipa aliran air.
“Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah bagian tubuhnya masuk. Posisi kaki terjepit dan kepala berada di dalam air,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/4/2026).
Melihat kondisi MII yang merupakan siswa kelas 6 sekolah dasar itu terjebak, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan ke lokasi dan berupaya menolong korban. Evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga dengan menarik tubuh korban yang terjepit pipa.
Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke Puskesmas Ciomas sekitar pukul 15.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, karena kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Banten.
“Setelah mendapat penanganan awal, korban dirujuk ke RSUD Banten. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelas Ridwan.
Jenazah MII kini telah disemayamkan di rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas.
Ridwan menegaskan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menyatakan keberatan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan lapang dada. Mereka membuat surat pernyataan penolakan otopsi serta tindakan hukum lainnya,” kata Kapolsek.
Personel Polsek Ciomas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata terkait insiden ini.
Menyikapi kejadian tersebut, Ridwan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kembali insiden serupa, terutama saat anak-anak bermain di dekat fasilitas irigasi atau aliran sungai yang memiliki arus kuat.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih waspada mengawasi anak-anaknya bermain guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutup Ridwan.






