— MEDAN, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa waktu mendatang. Ancaman cuaca ekstrem ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik yang terdeteksi di perairan barat Aceh.

Sirkulasi siklonik tersebut, menurut BMKG, memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi atmosfer di kawasan Sumatera bagian utara. Prakirawan BMKG, Wahyu Anisa, menjelaskan bahwa fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi yang membentang dari pesisir barat Sumatera Utara hingga ke Aceh.

“Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Wahyu.

Potensi Hujan Meningkat di Sumatera Utara

Berdasarkan analisis BMKG, Kota Medan diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, wilayah lain di Sumatera berpeluang mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat.

Selain Medan, hujan ringan juga diperkirakan terjadi di beberapa kota lain di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, dan Bengkulu. Kondisi atmosfer yang ada saat ini meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, terutama di area yang dilalui jalur konvergensi.

Wahyu menekankan pentingnya kewaspadaan. “Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Sumatera Utara dan Maluku,” katanya, mengutip laporan dari Antara pada Sabtu (25/4/2026). Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor.

Dampak Meluas ke Wilayah Lain

Tidak hanya Sumatera Utara, BMKG juga menyoroti Maluku sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi. Dampak sirkulasi siklonik ini turut memengaruhi wilayah Indonesia bagian timur.

Di kawasan timur Indonesia, hujan ringan diprakirakan akan terjadi di beberapa kota, termasuk Ternate dan Ambon. Wilayah Papua juga tidak luput dari prakiraan hujan ringan, meliputi Sorong, Nabire, Jayapura, dan Merauke.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG. Hal ini penting guna mengantisipasi dan memitigasi dampak yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca.