Money

Bidik Pasar Potensial, Manulife: Asia Sangat Penting bagi Kami

Advertisement

JAKARTA, – Manulife Wealth & Asset Management memandang Asia sebagai pasar yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. Paul Lorentz, President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife, menyatakan bahwa Asia memiliki potensi signifikan yang mendorong strategi ekspansi perusahaan.

“Untuk bisa tumbuh, kami harus mencari pasar yang masih punya potensi, dan Asia adalah jawabannya. Asia sangat penting bagi kami,” ujar Paul Lorentz dalam Media Briefing Manulife Aset Manajemen Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Selama 15 tahun terakhir, bisnis aset manajemen Manulife secara global konsisten mencatat arus dana masuk positif setiap tahun. Dorongan untuk pertumbuhan bisnis yang lebih besar inilah yang mengarahkan Manulife untuk fokus pada pasar Asia.

Perbandingan Pasar

Lorentz membandingkan prospek pertumbuhan antara pasar Amerika Utara dan Asia. Ia mengakui bahwa pasar Amerika Utara telah berkembang pesat dan memberikan keuntungan besar, namun saat ini sudah mencapai titik jenuh dan pertumbuhannya terbatas.

“Asia justru menawarkan prospek pertumbuhan yang jauh lebih kuat,” tegasnya.

Persepsi inilah yang mendorong Lorentz untuk rutin mengunjungi negara-negara di Asia, termasuk Indonesia, guna mendorong pertumbuhan bisnis secara lokal. Strategi ini juga menjadi alasan di balik serangkaian akuisisi yang dilakukan Manulife.

“Strategi ini juga menjelaskan mengapa kami melakukan akuisisi, contohnya Schroders, serta beberapa akuisisi lain selama bertahun-tahun,” imbuhnya.

Contoh Ekspansi di Asia dan Global

Di China, Manulife mencatatkan pertumbuhan bisnis yang dua kali lebih cepat dari rata-rata industri melalui sebuah joint venture. Paul Lorentz menilai hal ini menunjukkan kekuatan kombinasi antara keahlian lokal dan kapabilitas global, termasuk dalam manajemen risiko dan kepatuhan.

Advertisement

Selanjutnya, di India, joint venture Manulife bersama Mahindra AM juga menunjukkan perkembangan yang melampaui proyeksi perusahaan.

Dalam upaya memperkuat kapabilitas global, Manulife mengakuisisi manajer alternative credit di London (CQS) dua tahun lalu. Akuisisi ini bertujuan agar kapabilitas tersebut dapat didistribusikan secara global, termasuk ke pasar Asia dan Kanada.

Pada November lalu, Manulife juga mengakuisisi manajer private credit di Amerika Serikat (AS). Meskipun fokus bisnis di AS, akuisisi ini didorong oleh potensi kerja sama berkat jaringan investor Manulife yang kuat di Asia, Kanada, London, dan wilayah lainnya.

“Intinya, strategi kami adalah mengakuisisi kapabilitas yang bisa dimanfaatkan secara global, sekaligus memperkuat bisnis dan kehadiran kami di Asia termasuk di negara-negara seperti China, India, dan Indonesia,” terang Paul Lorentz.

Kontribusi Asia bagi Manulife

Secara global, total aset yang dikelola Manulife mencapai sekitar 1,3 triliun dollar AS. Meskipun kontribusi Asia terhadap total angka tersebut masih relatif kecil, Paul Lorentz menekankan bahwa kontribusi Asia, khususnya pada segmen ritel, memiliki makna yang jauh lebih signifikan bagi pertumbuhan perusahaan.

“Itulah yang membuat kawasan ini menarik,” pungkasnya.

Advertisement