JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar peringatan Hari Angkutan Nasional 2026 dengan memberikan tarif spesial Rp1 untuk seluruh moda transportasi publik yang berada di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Kebijakan ini berlaku pada Jumat, 24 April 2026, sebagai upaya mendorong masyarakat untuk lebih akrab dengan transportasi umum.
Salah satu layanan yang turut serta dalam program ini adalah bus Transjakarta. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa pelanggan Transjakarta dapat menikmati tarif khusus Rp1 di seluruh lini layanan, baik Bus Rapid Transit (BRT) maupun Non BRT.
“Momentum Hari Angkutan Nasional ini menjadi kesempatan untuk mendorong masyarakat semakin akrab dengan transportasi publik. Melalui tarif Rp1, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus mengajak lebih banyak warga beralih ke angkutan umum sebagai pilihan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Ayu Wardhani dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Detail Pemberlakuan Tarif Spesial
Pemberlakuan tarif khusus Rp1 ini akan dimulai sejak pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB pada hari peringatan Hari Angkutan Nasional.
Perlu dicatat bahwa layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares (Transcare), serta layanan gratis bagi pelanggan kategori penerima manfaat tarif Rp0 akan tetap beroperasi dengan tarif semula. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.
Komitmen Transjakarta
Sebagai bagian integral dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pelanggan.
Untuk memudahkan mobilitas warga, informasi mengenai rute dan layanan Transjakarta dapat diakses melalui aplikasi resmi TJ: Transjakarta atau melalui kanal media sosial resmi perusahaan.
“Kami berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, tidak hanya pada peringatan Hari Angkutan Nasional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mobilitas sehari-hari yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tutup Ayu.






