— PADANG PARIAMAN, KOMPAS.com — Upaya pembersihan sawah pascabanjir bandang atau galodo yang melanda Nagari Anduring, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada November 2025, berujung pada penemuan mengejutkan. Warga Korong Lubuk Aur dikejutkan dengan penemuan diduga kerangka manusia tanpa identitas pada Jumat (24/4/2026) pagi, saat proses pembersihan material lumpur berlangsung.

Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Safrudin (60) yang saat itu mendampingi alat berat dari dinas pertanian yang tengah bekerja memperbaiki sawahnya yang tertimbun material galodo.

“Awalnya masyarakat yang menemukan. Saat itu ada alat berat dari dinas pertanian yang sedang memperbaiki sawah terdampak galodo. Setelah alat berat pergi, warga yang mengawasi menemukan tengkorak kepala,” kata Wali Korong Lubuk Aur, Rangga (26), kepada Kompas.com.

Safrudin segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak nagari, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Enam Lingkung atau Polsek Sicincin. Rangga menambahkan, selain tengkorak kepala, warga juga menemukan bagian tubuh lain seperti rambut dan beberapa tulang. “Rambutnya kira-kira sepanjang ruas jari. Dari temuan itu, kami menduga korban berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya.

Rangga juga menyatakan bahwa tidak ada laporan warga hilang dari Korong Lubuk Aur, baik dalam waktu dekat maupun saat bencana galodo terjadi. Namun, kedekatan lokasi penemuan dengan titik ditemukannya empat korban meninggal saat banjir bandang 29 November 2025 lalu, menimbulkan dugaan kuat bahwa kerangka tersebut adalah salah satu korban bencana.

“Jaraknya hanya sekitar 20 meter dari lokasi penemuan empat mayat saat galodo. Karena itu, kami dan warga mengira ini korban bencana,” kata Rangga.

Ia menduga masih ada bagian tubuh korban lain yang belum ditemukan di sekitar lokasi, mengingat material sisa banjir bandang masih menumpuk dan belum sepenuhnya dibersihkan.

Polisi Benarkan Penemuan, Lakukan Pencarian Lanjutan

Kapolsek Enam Lingkung Iptu Deni Kurniawan membenarkan adanya penemuan diduga kerangka manusia tersebut. Menurutnya, penemuan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di tepi aliran Sungai Batang Anai, saat saksi tengah mendampingi alat berat membersihkan sedimen lumpur di sawahnya.

“Melihat adanya tengkorak kepala manusia, saksi langsung memberitahukan kepada pihak Nagari Anduring,” ujar Deni.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian. Area penemuan langsung disterilisasi dengan pemasangan garis polisi. Petugas juga melakukan pencarian lanjutan untuk menemukan bagian kerangka lainnya.

Dari hasil pencarian di lokasi, polisi berhasil menemukan sejumlah bagian tubuh, di antaranya kerangka kepala, sebagian gigi, sebagian daging yang bercampur tanah, serta rambut. Seluruh temuan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang menggunakan ambulans dari Puskesmas Nagari Anduring.

“Selanjutnya akan dilakukan otopsi dan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban,” kata Deni.