— Anggapan bahwa membuang ikan sapu-sapu ke daratan adalah cara paling efektif untuk memusnahkannya ternyata keliru. Penelitian ilmiah mengungkap fakta mengejutkan: ikan dari famili Loricariidae ini justru memiliki kemampuan untuk bergerak di darat dan bahkan kembali ke air dalam kondisi tertentu, menjadikannya salah satu spesies invasif yang sulit dikendalikan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ikan Sapu-Sapu Mampu Bergerak di Darat

Fenomena ikan sapu-sapu yang ditemukan di luar habitat airnya bukanlah kebetulan. Secara ilmiah, ikan ini dibekali kemampuan untuk bergerak di daratan menggunakan teknik khusus yang disebut “reffling”. Mekanisme ini melibatkan dorongan tubuh dengan bantuan ekor dan sirip, memungkinkan ikan menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit di permukaan tanah. Gerakan ini sering disalahartikan sebagai “berjalan”, padahal sejatinya merupakan bentuk adaptasi sederhana untuk bertahan hidup.

Daya Tahan di Luar Air Terbatas

Selain mampu bergerak, ikan sapu-sapu juga menunjukkan daya tahan yang cukup tinggi saat berada di luar air. Dalam kondisi tertentu, mereka bisa bertahan hidup di daratan hingga belasan jam. Kemampuan ini berkaitan dengan adaptasi fisiologis yang memungkinkan mereka menghadapi lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa keberadaan di luar air bersifat sementara dan biasanya dipicu oleh kondisi yang memaksa mereka keluar dari habitat utamanya. Ikan sapu-sapu tidak dapat hidup layaknya hewan darat.

Kemampuan Kembali ke Perairan Sangat Terbatas

Salah satu anggapan yang beredar luas adalah ikan sapu-sapu mampu berjalan jauh di darat untuk kembali ke sungai. Fakta ilmiah membantah hal ini. Kemampuan bergerak di daratan sangat terbatas jaraknya dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Perpindahan antar perairan dalam jarak jauh lebih sering disebabkan oleh faktor eksternal, seperti terbawa arus, dipindahkan oleh manusia, atau melalui perantara hewan lain. Dengan demikian, ikan sapu-sapu tidak benar-benar “berjalan jauh” seperti yang sering dibayangkan.

Adaptasi Tinggi Menjadi Tantangan Pengendalian

Kemampuan bergerak di darat hanyalah salah satu dari sekian banyak keunggulan adaptasi ikan sapu-sapu. Ikan ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan hidup di berbagai kondisi perairan, bahkan yang tidak ideal bagi spesies lain. Hal ini menyebabkan populasinya berkembang pesat. Di Indonesia, ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dengan bersaing dengan ikan lokal dalam hal makanan dan ruang hidup.

Kesalahpahaman Fenomena Unik

Fenomena ikan sapu-sapu di darat adalah fakta ilmiah yang telah terbukti. Namun, pemahaman masyarakat mengenai kemampuan ini masih sering keliru. Gerakan yang menyerupai berjalan sejatinya adalah dorongan tubuh menggunakan ekor dan sirip. Kemampuan ini menunjukkan bagaimana makhluk hidup dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Meskipun demikian, ikan sapu-sapu tetap sangat bergantung pada air sebagai habitat utamanya. Kemampuan mereka bergerak di darat dengan teknik reffling dalam waktu terbatas lebih mencerminkan adaptasi unik daripada kemampuan hidup di daratan.

Referensi:

  • Noah R. Bressman, Callen H. Morrison, and Miriam A. Ashley-Ross (2021). Reffling: A Novel Locomotor Behavior Used by Neotropical Armored Catfishes (Loricariide) in Terrestrial Environments. Icthyology and Herpetology
  • Hasidar, Andi Tamsil, Andi Muhammad Akram, dan Kamaruddin. (2024). Pelatihan Pemanfaatan Ikan Sapu-Sapu Sebagai Sumber Protein Pada Pakan Ikan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kauniah Vol 3 No 1 Juli 2024 Hal 27-40