Akses.co.id — SORONG, KOMPAS.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawagumu di Kota Sorong terpaksa ditutup sementara menyusul ditemukannya belatung pada hidangan ikan yang disajikan kepada siswa. Kondisi dapur yang dipenuhi lalat juga menjadi sorotan dalam insiden yang terjadi selama dua hari berturut-turut ini.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dapur SPPG Sawagumu untuk sementara waktu ditutup guna dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan,” ujar Ketua Satgas MBG Papua Barat Daya sekaligus Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Sorong, Jumat (24/4/2026).
Ia merinci, kronologi berawal pada Rabu (22/4/2026) ketika SPPG mendistribusikan menu yang meliputi ikan kuah kuning, tumis kacang panjang, tempe, buah kelengkeng, dan nasi ke Sekolah Oikumene di Kelurahan Sawagumu. Informasi awal mengenai adanya temuan tidak layak dalam makanan berasal dari pihak sekolah, yang kemudian dilaporkan kepada Kepala SPPG.
Kejadian ini sontak menjadi viral di media sosial WhatsApp dengan narasi yang menyebutkan bahwa siswa menerima menu ikan yang masih mengandung ulat hidup. Laporan tersebut kemudian mendorong Kepala SPPG beserta tim yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, SPPI, dan asisten lapangan untuk segera mendatangi sekolah guna melakukan pengecekan.
Berdasarkan keterangan guru di sekolah tersebut, ulat ditemukan pada salah satu wadah bekal siswa selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 21 April. Pada hari itu, menu yang disajikan adalah ikan goreng. Sementara itu, ikan kuah kuning dibagikan pada hari Rabu.
Namun, dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan pada Rabu (22/4/2026) pukul 13.30 WIT oleh tim Kareg BGN bersama Korwil BGN terhadap sisa makanan di SPPG Kota Sorong, wilayah Sorong Utara, Kelurahan Sawagumu, di dua sekolah berbeda, tidak ditemukan adanya ulat pada sisa makanan siswa.
Kondisi Kebersihan Menjadi Sorotan
Meskipun demikian, inspeksi yang dilakukan tim menemukan adanya masalah serius terkait kebersihan di dapur SPPG. “Tim mendapati masih banyak lalat berada di dalam lingkungan dapur, yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan,” ungkap Nausrau.
Atas temuan ini, Nausrau menyatakan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Dirtauwas) Wilayah 3. Dirtauwas kemudian memerintahkan agar operasional SPPG Sawagumu dihentikan sementara terhitung sejak 24 April 2026. Penghentian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan fasilitas dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (23/4/2026), Dinas Kesehatan Kota Sorong juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta kondisi fasilitas di SPPG. Pihak SPPG sendiri dilaporkan telah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut sebagai bagian dari upaya penanganan dan pencegahan ke depannya.
Ikuti Akses.co.id
