— SAMPANG, KOMPAS.com – Belasan siswa di SDN Bira Tengah 1, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gatal-gatal setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/4/2026). Pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Sampang, Sudarmanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa siswa yang terdampak segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sesampainya di puskesmas, siswa langsung diberikan bedak untuk mengobati gatal-gatalnya itu,” ujar Sudarmanto pada Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk melakukan peninjauan di sekolah dan memantau kondisi para siswa.

Dapur Penyedia Makanan Tunggu Hasil Laboratorium

Kepala Sekolah Penyelenggara Pendidikan Gratis (SPPG) Nurul Haromain, Suhaidi, menjelaskan bahwa program MBG melayani 2.355 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 siswa dilaporkan mengalami reaksi gatal-gatal.

“Belum bisa dipastikan juga penyebab gatal-gatalnya apa, karena sampel makanan masih di uji laboratorium oleh Dinkes, hasilnya juga belum keluar,” jelas Suhaidi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berhati-hati dalam pengolahan makanan meskipun hasil laboratorium belum keluar. Selain itu, dapur yang dikelolanya juga akan mendata sekolah yang memiliki siswa dengan riwayat alergi makanan tertentu.

Menu yang disajikan pada hari kejadian meliputi nasi putih, katsu ikan dori, sambal goreng kentang wortel, tahu goreng, dan buah jeruk. Suhaidi menyebutkan bahwa menu serupa pernah disajikan pada tahun 2025 tanpa adanya masalah.

“Menu tersebut pernah kami sajikan juga di tahun 2025 tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa saat itu. Makanya kami sajikan lagi,” katanya. Ia berharap masyarakat tidak berspekulasi negatif terkait dapur yang ia kelola sebelum hasil uji laboratorium keluar.

Kondisi Siswa Telah Pulih

Kepala SDN Bira Tengah 1, Mohammad Sudi, menyatakan bahwa kondisi seluruh siswa yang sempat mengalami gatal-gatal kini telah pulih sepenuhnya. Ke-18 siswa yang terdampak dilaporkan sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

“Alhamdulillah sudah masuk, anak-anak juga sehat semua,” pungkas Mohammad Sudi.