Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis tersebut terjadi dalam serangkaian serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026.
“Saya hendak menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga tentara Indonesia yang pemberani saat menjalankan tugas mereka di Lebanon selatan,” ujar Dubes Gerritsen. Pernyataan ini disampaikan saat perayaan Hari Raja Belanda di Jakarta, Kamis (23/4/2026), seperti dilaporkan ANTARA pada Jumat (24/4/2026).
Dubes Gerritsen menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra bagi Belanda. Kerja sama kedua negara terjalin erat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan tinggi, lingkungan, hingga konsultasi politik dan misi penjaga perdamaian internasional.
Ia juga memberikan jaminan bahwa Belanda akan senantiasa menjadi mitra yang baik bagi Indonesia dalam memajukan kerja sama di sektor-sektor yang menjadi perhatian bersama. Terlebih lagi, di tengah situasi dunia yang penuh gejolak saat ini.
“Kami akan terus bersama Indonesia yang melaksanakan kewajibannya dan memainkan perannya untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik,” tegas Gerritsen.
Menko AHY Kenang Pengalaman Pribadi di UNIFIL
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik perhatian Duta Besar Belanda terhadap personel TNI yang bertugas di UNIFIL.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan ungkapan duka cita Duta Besar Marc Gerritsen,” kata AHY kepada Dubes Belanda.
AHY mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan misi UNIFIL. Ia pernah tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII/A, kontingen pertama asal Indonesia yang ditugaskan di Lebanon selatan di bawah naungan UNIFIL untuk menjaga perdamaian. Misi tersebut dijalani AHY pada akhir tahun 2006.
Oleh karena itu, AHY mengaku sangat merasakan kehilangan atas gugurnya personel TNI di UNIFIL. Pengalaman pribadi tersebut membuatnya memiliki ikatan batin yang mendalam dengan para prajurit yang bertugas di Lebanon.
Tiga Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan
Indonesia berduka atas kehilangan tiga personel TNI yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian di bawah bendera UNIFIL di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut wafat dalam serangkaian serangan yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Selain korban jiwa, delapan personel TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang sama.
Peristiwa duka merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3/2026). Selang sehari, pada Senin (30/3/2026), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur ketika konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Ikuti Akses.co.id
