Hype

Beda dengan Sekarang, Indra Bruggman Ungkap Sistem Honor Bintang Sinetron Zaman Dulu

Advertisement

JAKARTA, CNN Indonesia – Aktor Indra Bruggman mengenang perbandingan sistem pembayaran honor bintang sinetron di era kejayaannya dengan masa kini. Menurutnya, era dulu menawarkan iming-iming finansial yang jauh lebih menggiurkan bagi para pemain.

“Dulu mungkin enak ya, karena minta honor berapa pun pasti akan dikasih. DP rumah, DP mobil, dikasih,” ungkap Indra dalam sebuah kesempatan yang dibagikan di kanal YouTube-nya. Ia menambahkan, “Selagi sinetron kita bagus terus. Sekarang? Boro-boro.”

Perbedaan mendasar, kata Indra, terletak pada skema pembayaran. Jika dulu perhitungan lebih fleksibel, kini sistem pembayaran per buku dinilai memberatkan.

“Anak-anak sekarang per buku. Per buku bisa jadi dua episode. Let say Rp 1 juta (satu buku), (berarti) dua episode bisa Rp 500.000 (masing-masing). Diperes, asli,” bebernya dengan nada prihatin. Tak hanya itu, Indra juga menyoroti lamanya proses pencairan honor.

“Sekarang, udah honornya buat dua episode, honornya juga lebih lama keluarnya,” keluhnya.

Indra mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan siapa penggagas sistem pembayaran baru ini. Ia hanya bisa membandingkan dengan pengalamannya di masa lalu.

“Gue enggak tahu sistemnya dunia sinetron sekarang sampai ada muncul ide per buku,” ujarnya. “Dulu kita ngitung scene. Kalau ada kelebihan scene, durasi, akan masuk episode berikutnya.”

Advertisement

Perbedaan sistem ini, menurut Indra, berdampak langsung pada kemampuan finansial para aktor. Ia berpendapat bahwa sinetron di masa lalu lebih memungkinkan untuk meraih kesuksesan materi dalam waktu singkat.

“Sinetron sekarang itu untuk cari duit, kalau gue pribadi ya, enggak bisa diharapkan kayak dulu, bisa beli rumah, mobil, dalam waktu lumayan singkat,” jelasnya. “Sekarang ini cuma brandingan aja, cari duitnya mungkin dari endorsement.”

Alternatif Bertahan di Industri Sinetron

Meskipun demikian, tantangan dalam industri sinetron tidak menyurutkan semangat para pemain untuk terus berkarya. Aktor Ivan Ray, yang masih aktif hingga kini, membagikan tips untuk bertahan.

“Intinya harus pinter-pinter milih PH (rumah produksi), ceritanya,” ujar Ivan. Ia menambahkan pengalamannya sendiri.

“Kemarin gue juga baru. Untungnya gue scene enggak banyak. Tetep per buku, beneran, dan scene gue enggak banyak,” jelasnya, mengindikasikan bahwa pemilihan peran juga menjadi kunci.

Indra Lesmana Bruggman, atau yang akrab disapa Indra L Bruggman, memulai kariernya di dunia hiburan sebagai model majalah remaja sebelum akhirnya melebarkan sayap ke dunia seni peran. Namanya melambung berkat peran ikoniknya dalam sinetron “Jinny oh Jinny”. Ia kemudian membintangi sejumlah judul sinetron populer lainnya, termasuk “Siapa Takut Jatuh Cinta”, “Anak Membawa Berkah”, dan “Impian Cinderella”.

Advertisement