BUDAPEST, Indonesia — Lanskap politik Hongaria berpotensi menyaksikan pergeseran signifikan terkait sikap terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyusul kemenangan Peter Magyar dalam pemilihan umum. Magyar telah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan keanggotaan Hongaria di Mahkamah Pidana Internasional (ICC), sebuah langkah yang kontras dengan rencana pemerintahan sebelumnya di bawah Perdana Menteri Viktor Orban yang berupaya menarik diri dari lembaga tersebut. Keputusan ini dapat berimplikasi langsung pada Netanyahu, yang telah ditetapkan sebagai buronan oleh ICC sejak tahun 2024. Jika ia berkunjung ke Hongaria di masa mendatang, ia berisiko untuk ditangkap.
Sebelumnya, hubungan antara Hongaria di bawah Viktor Orban dan Benjamin Netanyahu terjalin erat. Menurut laporan Politico, pemerintahan Orban secara terbuka menentang surat perintah penangkapan dari ICC terhadap Netanyahu dan bahkan menginisiasi proses penarikan diri dari keanggotaan lembaga peradilan internasional tersebut. Langkah ini disebut-sebut sebagian didasari oleh ketidaksetujuan terhadap kasus yang dihadapi Netanyahu. Orban bahkan pernah memberikan jaminan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap jika berkunjung ke Budapest, sebuah posisi yang menempatkan Hongaria berbeda dari banyak negara anggota ICC lainnya.
Perubahan Arah Kebijakan
Namun, arah kebijakan Hongaria tampaknya akan berbalik. Peter Magyar, yang kini berstatus sebagai perdana menteri terpilih, menyatakan akan menghentikan proses penarikan diri Hongaria dari ICC. Proses ini dijadwalkan akan efektif berlaku pada 2 Juni mendatang.
Dengan tetap menjadi anggota ICC, Hongaria akan terikat untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pengadilan tersebut, termasuk kewajiban untuk menahan individu yang masuk dalam daftar buronan.
“Saya percaya bahwa jika sebuah negara adalah anggota ICC, dan seseorang yang diburu oleh pengadilan itu memasuki wilayah kami, maka orang tersebut harus ditahan,” ujar Magyar, seperti dikutip dalam pemberitaan.
Ia juga mengonfirmasi bahwa sikap tegas ini telah disampaikan secara langsung kepada Benjamin Netanyahu.
Potensi Ketegangan Diplomatik
Perubahan sikap ini berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik, mengingat tidak semua negara Eropa sepenuhnya menerapkan kewajiban ICC terkait kasus Netanyahu. Beberapa negara bahkan berargumen bahwa penangkapan dapat bertentangan dengan aturan lain, seperti imunitas diplomatik.
Meskipun demikian, kebijakan baru ini belum sepenuhnya teruji. Magyar saat ini masih berstatus sebagai perdana menteri terpilih dan belum resmi dilantik. Selain itu, realisasi penangkapan juga sangat bergantung pada apakah Benjamin Netanyahu benar-benar akan mengunjungi Hongaria di masa mendatang.






