— SURABAYA, KOMPAS.com – Kebebasan yang terenggut selama bertahun-tahun akhirnya diraih empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Probolinggo. Pada Jumat, 24 April 2026, belenggu yang mengekang gerak mereka, sebagian telah terpasang lebih dari tiga tahun, akhirnya dilepaskan.

Tim gabungan dari Jatim Social Care (JSC) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, bersama tenaga profesional dari RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang dan aparat desa, bergerak serentak di empat kecamatan: Leces, Gending, Gading, dan Tiris. Misi mereka adalah mengakhiri pemasungan yang telah merampas hak hidup layak para ODGJ tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa edukasi dan akses layanan kesehatan jiwa masih harus terus kita perjuangkan,” ujar Muchamad Arif Ardiansyah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jawa Timur, Sabtu (25/4/2026).

Keputusasaan di Balik Rantai

Aksi pelepasan pasung tersebut diwarnai suasana haru. Di balik tindakan yang dilakukan, terkuak kisah keputusasaan keluarga yang kerap kali memilih pemasungan sebagai jalan terakhir. Ketakutan akan perilaku agresif yang tak terduga dari ODGJ, ditambah sulitnya akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang memadai, mendorong keluarga mengambil langkah tersebut.

Bentuk pemasungan yang ditemukan sangat beragam, disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah dan ketersediaan material. Hal ini menjadi potret getir betapa penanganan kesehatan jiwa di masyarakat masih jauh dari kondisi ideal.

Menuju Pemulihan dan Kehidupan Bermartabat

Setelah dibebaskan dari belenggu fisik, keempat ODGJ tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Mereka segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan mereka memperoleh rehabilitasi yang layak agar dapat kembali berfungsi di tengah masyarakat.

“Setelah mendapatkan rehabilitasi medis, keempat ODGJ akan menjalani rehabilitasi sosial di UPT Dinsos Jatim untuk mengembalikan kemampuan interaksi dan aktivitas sehari-hari,” jelas Arif.

Di pusat rehabilitasi tersebut, para ODGJ akan dibimbing untuk kembali mempelajari cara menjalani hari-hari dan berinteraksi sosial. Harapannya, mereka tidak hanya pulih secara fisik dan mental, tetapi juga siap untuk menjalani kehidupan yang bermartabat tanpa merasa terasingkan.