Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berbagi resep kepemimpinan daerah dalam seminar nasional “Best Practice Kepemimpinan Daerah” di Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Di hadapan para wali kota se-Sumatera bagian Utara, Luthfi menekankan peran kepala daerah sebagai “manajer marketing” yang harus aktif mempromosikan potensi daerahnya untuk menarik investor.
Pendekatan ini, kata Luthfi, telah berhasil mendorong realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp 88,5 triliun pada tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa dalam setiap kesempatan, baik kunjungan ke provinsi lain, luar negeri, maupun pertemuan dengan duta besar, ia selalu mengajak serta para bupati, wali kota, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk mempromosikan daerah.
“Kepala daerah harus menguasai potensi daerahnya agar bisa ditawarkan kepada investor dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Luthfi juga menyoroti pentingnya penetapan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, namun dengan tetap menjaga lahan sawah dilindungi yang krusial untuk swasembada pangan.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Selain fokus pada investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga gencar memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Tercatat, sebanyak 111 perguruan tinggi telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jateng untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi.
Konsep collaborative government atau pemerintahan kolaboratif menjadi kunci utama Luthfi. Ia menekankan sinergi antara gubernur dengan 35 bupati/wali kota di Jawa Tengah untuk mewujudkan pembangunan daerah yang merata.
“Jadi, kami membentuk super team dalam membangun daerah. Tidak boleh ada ego sektoral. Satu daerah dengan daerah lain harus tumbuh bersama,” tegasnya.
Kolaborasi antardaerah diwujudkan melalui pembentukan wilayah aglomerasi. Salah satu contoh suksesnya adalah kawasan Soloraya yang melibatkan tujuh kabupaten/kota. Pada tahun 2025, kawasan ini sukses menggelar Soloraya Great Sale (SGS) dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,7 triliun hanya dalam satu bulan.
Program Unggulan di Berbagai Sektor
Di sektor kesehatan, Pemprov Jateng mengimplementasikan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Untuk pengentasan kemiskinan, berbagai program dijalankan, meliputi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, penyediaan sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu, serta bantuan modal usaha.
Sementara itu, dalam upaya menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT), Pemprov Jateng memperkuat program link and match antara dunia pendidikan dan industri. Kerjasama ini melibatkan sekolah menengah kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), dan politeknik.
Kegiatan seminar nasional ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026. Peserta seminar meliputi wali kota dari wilayah Sumatera bagian utara, mahasiswa, dan masyarakat umum.






