— Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pekerjaan di lapangan, meskipun tren pergantian manajer di Liga Inggris semakin cepat dan masa jabatan rata-rata pelatih kini di bawah dua tahun. Keputusan untuk memecat pelatih, seperti yang baru saja dialami Liam Rosenior oleh Chelsea hanya empat hari setelah timnya kalah dari Manchester United asuhan Carrick di Stamford Bridge, tidak akan memengaruhi pendekatannya dalam menangani skuad di sisa musim ini.

Dalam industri sepak bola yang penuh ketidakpastian, Carrick memilih pendekatan jangka panjang untuk membangun tim. Ia menolak bersikap pesimistis dan berusaha menyeimbangkan target jangka pendek dengan visi masa depan klub.

“Ada dua sisi dalam hal ini,” kata Michael Carrick dikutip dari BBC Sport, Jumat (24/4/2026). “Ada hasil instan dan pertandingan selanjutnya yang penting; tetapi tentu saja ada tanggung jawab, pemikiran kita tentang seperti apa masa depan dan gambaran yang lebih besar.”

Carrick menambahkan, “Ada berbagai macam kemungkinan ‘bagaimana jika’ di dunia ini. Setengah penuh, setengah kosong? Saya suka menjalani hidup saya dengan cara yang positif. Saya tidak memikirkan apa yang mungkin salah, itu tidak menjadi pertimbangan. Yang penting adalah apa yang bisa dicapai. Seperti apa kesuksesan itu.”

Mengejar Tiket Liga Champions di Old Trafford

Bagi Manchester United, tolok ukur kesuksesan musim ini adalah kembali berlaga di Liga Champions. Jika berhasil menumbangkan Brentford di Old Trafford pada pertandingan mendatang, tim hanya membutuhkan sedikit poin tambahan untuk mengunci posisi lima besar klasemen.

Keberhasilan tersebut akan menjadi poin penting bagi manajemen klub dalam menentukan status manajer tetap untuk Carrick. Meskipun dukungan dari suporter mengalir deras, pria berusia 44 tahun itu mengaku tidak terburu-buru menuntut kepastian kontrak.

“Soal tenggat waktu, itu bukan sesuatu yang benar-benar saya kejar,” katanya. “Akan menjadi jelas ketika saatnya tiba.”

Menepis Perbandingan dengan Era Sebelumnya

Munculnya keraguan dari sebagian pihak sering kali dikaitkan dengan pengalaman klub saat mengangkat Ole Gunnar Solskjaer secara permanen di masa lalu. Namun, perbandingan tersebut dianggap kurang relevan mengingat konteks tim yang sudah berbeda. Perlu diingat bahwa sejak era Sir Alex Ferguson, Solskjaer adalah satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim finis di tiga besar secara beruntun.

Terkait hubungannya dengan mantan rekan setimnya tersebut, Carrick menegaskan rasa hormatnya yang mendalam.

“Saya sangat menghormatinya,” ungkap pelatih kelahiran Wallsend pada 28 Juli 1981 itu. “Dia adalah teman dekat saya dan saya bekerja sama dengannya ketika saya berada di sini. Kami melakukan banyak hal baik dan hampir berhasil.”

Carrick menekankan, “Anda dapat membandingkan berbagai macam situasi yang berbeda dengan para manajer, pelatih, dan tim selama bertahun-tahun. Tapi sebenarnya itu tidak relevan. Sungguh. Itu bukan hal negatif atau positif. Itu sama sekali tidak ada hubungannya. Kami adalah tim yang berbeda sekarang, terlepas dari siapa yang bertanggung jawab. Perbandingan sama sekali tidak ada bedanya,” pungkasnya.