— BANYUMAS, Kompas.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, membantah keras isu yang beredar di media sosial mengenai pemangkasan anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta maupun data yang kuat.

“Kalau ada yang mengatakan di berbagai medsos bahwa anggaran pendidikan dikurangi untuk MBG adalah pernyataan yang tidak ada fakta dan datanya,” ujar Mu’ti di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Mu’ti, program MBG tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan. Justru sebaliknya, ia mengklaim bahwa pendanaan untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) justru mengalami peningkatan.

“Justru MBG tetap berjalan dan alokasi dana untuk Mendikdasmen juga semakin ditingkatkan,” tegasnya.

MBG Mendukung Pendidikan Karakter

Mu’ti juga menepis anggapan bahwa program MBG tidak memiliki kaitan erat dengan dunia pendidikan. Ia memaparkan bahwa program ini selaras dengan upaya penguatan pendidikan karakter yang didasarkan pada tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Tujuh kebiasaan tersebut mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Program kami bisa berjalan karena ada MBG,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mayoritas penerima manfaat MBG adalah siswa sekolah.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, sekitar 93 persen anak usia sekolah di Indonesia telah merasakan manfaat dari program MBG. Selain itu, pemerintah juga terus menggenjot berbagai program bantuan pendidikan lainnya.

Peningkatan Bantuan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) mengalami peningkatan signifikan, dari 19 juta siswa pada tahun 2025 menjadi 19,6 juta siswa pada tahun 2026. Inisiatif ini juga merambah ke jenjang taman kanak-kanak, di mana sebanyak 888.000 siswa akan menerima PIP senilai Rp 450.000.

Lebih lanjut, Mu’ti menyoroti peningkatan kesejahteraan guru honorer. Insentif yang sebelumnya sebesar Rp 300.000 kini naik menjadi Rp 400.000 dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp 14 triliun untuk revitalisasi sekolah dan mengusulkan tambahan lebih dari Rp 76 triliun.

“Murid SD kelas 1 dan 2 nanti juga ada bantuan alat tulis,” pungkas Mu’ti, menandakan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan penuh bagi dunia pendidikan.